Cek Tanggal Lebaran 2026 Versi NU dan Muhammadiyah Apakah Jatuh di Hari yang Sama
masjid-pixabay-
Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, kepastian tanggal Idulfitri 2026 kembali menjadi perhatian publik. Perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah membuat sebagian masyarakat menunggu apakah Lebaran tahun ini dirayakan serentak atau berbeda antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan awal bulan Hijriah menggunakan metode hisab dengan Parameter Kalender Global. Penentuan dilakukan berdasarkan perhitungan astronomi tanpa menunggu rukyat atau pengamatan langsung hilal.
Berdasarkan perhitungan tersebut, ijtimak Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 dini hari waktu UTC. Dengan kriteria yang telah terpenuhi, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Dengan keputusan itu, warga Muhammadiyah menjalani puasa Ramadan selama 30 hari penuh, sejak 18 Februari hingga 19 Maret 2026.
Lebaran 2026 Versi NU
Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung perhitungan hisab. Kepastian awal Syawal ditentukan setelah pemantauan hilal di akhir Ramadan.
Rukyatul hilal Syawal 1447 H dijadwalkan pada 29 Ramadan atau sekitar 19 Maret 2026 di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria imkanur rukyat, maka Idulfitri ditetapkan pada 20 Maret 2026. Namun apabila tidak terlihat, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari sehingga Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026.
Potensi Perbedaan Lama Puasa
Muhammadiyah telah memastikan durasi puasa selama 30 hari. Sementara bagi warga NU, lama puasa dapat berlangsung 29 atau 30 hari tergantung hasil rukyat.
Perbedaan metode ini merupakan dinamika yang telah berlangsung lama dalam penetapan kalender Hijriah di Indonesia dan tetap dijalankan dengan semangat saling menghormati.