PSIM Yogyakarta Tantang Bali United di Pekan Ke-22 Liga 1 2026, Serdadu Tridatu Bidik Kebangkitan
Bali united-Instagram-
Laga pekan ke-22 Liga 1 2026 mempertemukan PSIM Yogyakarta dengan Bali United dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat. Pertandingan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2) pukul 20.30 WIB.
Kedua tim datang dengan situasi berbeda. PSIM mencoba menjaga stabilitas di papan tengah, sementara Bali United berupaya keluar dari tren negatif yang membayangi dalam beberapa pekan terakhir.
Adu Strategi Dua Pelatih Belanda
Pertandingan ini juga menghadirkan pertarungan taktik antara dua pelatih asal Belanda. Jean Paul van Gastel yang menangani PSIM akan berhadapan langsung dengan Johnny Jansen di kubu Bali United.
Keduanya dihadapkan pada tuntutan berbeda. Van Gastel berusaha mempertahankan konsistensi timnya, sedangkan Jansen dituntut segera menemukan solusi atas penurunan performa anak asuhnya.
PSIM Lebih Stabil di Klasemen
PSIM saat ini menempati peringkat ketujuh dengan raihan 32 poin. Dari 21 laga yang telah dijalani, Laskar Mataram mencatat delapan kemenangan, delapan hasil imbang, dan lima kekalahan.
Produktivitas mereka terbilang cukup baik dengan 26 gol. Di sisi lain, lini belakang yang dikawal Cahya Supriadi telah kebobolan 25 kali sepanjang musim ini.
Bali United Dibayangi Tren Negatif
Berbanding terbalik dengan tuan rumah, Bali United tertahan di posisi ke-10 dengan 28 poin. Dalam empat pertandingan terakhir, Serdadu Tridatu gagal meraih kemenangan.
- Imbang 3-3 melawan Semen Padang FC
- Kalah 2-3 dari Persik Kediri
- Kalah 1-3 dari Persebaya Surabaya
- Kalah 0-1 dari Persija Jakarta
Dalam periode tersebut, gawang yang dijaga Mike Hauptmeijer kebobolan 10 gol. Kondisi itu membuat sektor pertahanan menjadi sorotan.
Meski demikian, Johnny Jansen menilai persoalan timnya bukan terletak pada sistem bertahan. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Bali United sempat melalui enam laga beruntun tanpa kebobolan.
"Kami sempat mencatat enam laga beruntun tanpa kebobolan sebelumnya, jadi sebenarnya tidak ada masalah di lini belakang," ujarnya.
"Saat melawan Persik, gol tercipta karena beberapa situasi khusus, begitu juga saat menghadapi tim kuat seperti Persebaya dan Persija," tambahnya.