close ads x

Link Video Lama The Connell Twins Ramai Diburu Netizen, Ditengah Perseteruan dengan Jennifer Coppen

Link Video Lama The Connell Twins Ramai Diburu Netizen, Ditengah Perseteruan dengan Jennifer Coppen

Connell Twin--

Jagat media sosial kembali diramaikan dengan nama The Connell Twins setelah video lama yang dikaitkan dengan akun OnlyFans mereka beredar ulang. Perbincangan tersebut memicu peningkatan tajam pencarian tautan video di mesin pencari.

Data Google Trends menunjukkan lonjakan minat hingga 120 persen dalam 24 jam terakhir untuk kata kunci terkait “link video The Connell Twins”. Fenomena ini muncul beriringan dengan polemik mereka bersama DJ Nathalie Holscher.

Polemik Publik Jadi Pemicu



Kontroversi bermula ketika The Connell Twins menyatakan tidak mengenal Nathalie Holscher meski mengetahui sosok Sule. Pernyataan itu memantik respons keras dari warganet dan memperluas perdebatan di media sosial.

Di tengah perdebatan tersebut, sebagian pengguna internet kembali menelusuri jejak digital Christina dan Carlina O’Connell, termasuk konten eksklusif yang pernah mereka unggah di OnlyFans. Sejumlah rekaman lama kemudian beredar di platform seperti X dan Telegram.

Riwayat OnlyFans Sejak 2019

Kembar asal Australia itu diketahui membuka akun OnlyFans sejak 2019. Mereka secara terbuka menjual konten foto dan video eksklusif kepada pelanggan berbayar sebagai bagian dari model bisnis digital.


Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, keduanya menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar dan profesional. Mereka juga pernah menyampaikan keberatan keras terhadap pihak yang menyebarkan konten tanpa izin.

“Lo bisa dipenjara, kena denda miliaran. I’m done. Dibiarin ngelunjak!” tulis mereka dalam unggahan lama, menyinggung ancaman hukum bagi pelaku pembajakan konten.

Ancaman Hukum dan Risiko Siber

Konten berbayar di platform seperti OnlyFans dilindungi hak cipta dan aturan privasi. Penyebaran tanpa persetujuan dapat berujung pada konsekuensi hukum di sejumlah yurisdiksi.

Selain aspek legal, pencarian tautan ilegal juga membuka celah risiko keamanan. Banyak situs yang mengklaim menyediakan akses gratis justru mengandung malware, phishing, atau skema penipuan yang membahayakan data pribadi pengguna.

Perdebatan soal Privasi dan Etika Digital

Respons publik terhadap isu ini terbelah. Ada yang menilai The Connell Twins sebagai korban pelanggaran privasi, sementara sebagian lain mengkritik pilihan konten yang mereka produksi.

Perdebatan tersebut kembali menyoroti pentingnya memisahkan hak individu membuat konten dewasa secara legal dengan tindakan menyebarkannya tanpa izin. Dalam ruang digital, batas ini kerap diabaikan.

Imbauan Bijak Menyikapi Konten Viral

Lonjakan pencarian tautan video menjadi pengingat bahwa viralitas tidak serta-merta menghapus hak privasi seseorang. Pengguna internet diimbau tidak ikut menyebarkan link ilegal dan memahami risiko hukum serta keamanan siber yang mengintai.

Di tengah panasnya polemik, diskusi mengenai hak digital dan etika konsumsi konten dinilai lebih penting daripada memburu tautan yang belum tentu aman maupun sah.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya