close ads x

Link Video Tiara Kartika Blunder Durasi 8 Menit Viral di TikTok, Fakta dan Risiko Link Berbahaya

Link Video Tiara Kartika Blunder Durasi 8 Menit Viral di TikTok, Fakta dan Risiko Link Berbahaya

Video--

Pencarian terkait “video Tiara Kartika 8 menit” ramai beredar di TikTok dan berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir. Nama selebgram tersebut mendadak menjadi perbincangan warganet karena klaim adanya rekaman pribadi yang disebut-sebut bocor.

Sejumlah kata kunci seperti “Tiara Kartika viral” hingga “Tiara Kartika TikTok” ikut mengalami peningkatan pencarian. Namun, benarkah video berdurasi delapan menit itu benar-benar ada?

Klaim Video Call hingga VCS



Tiara Kartika dikenal sebagai kreator TikTok dengan konten tarian energik. Namanya terseret isu setelah beredar kabar adanya rekaman yang diduga menampilkan dirinya saat melakukan video call.

Isu tersebut berkembang dengan berbagai versi durasi. Ada yang menyebut video berdurasi 4 menit 59 detik, delapan menit, bahkan hingga 17 menit 42 detik. Klaim ini memicu rasa penasaran publik dan membuat tautan yang mengatasnamakan video tersebut beredar luas.

Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti konkret yang memastikan keberadaan video yang dimaksud. Informasi yang beredar masih sebatas klaim tanpa verifikasi yang jelas.

Waspada Link Palsu dan Malware


Di tengah tingginya rasa ingin tahu publik, sejumlah pihak memanfaatkan situasi dengan menyebarkan tautan palsu. Link tersebut sering kali mengarah ke situs judi online, undangan grup Telegram, hingga halaman phishing yang berpotensi mencuri data pribadi.

Tak sedikit pula tautan yang berisi malware dan dapat membahayakan perangkat pengguna. Modus serupa sebelumnya juga terjadi pada isu video viral lain yang ramai dicari warganet.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat menemukan tautan yang mengklaim berisi video viral. Hindari mengklik link yang tidak jelas sumbernya dan jangan mudah terpancing oleh konten sensasional yang belum tentu kebenarannya.

Kewaspadaan dalam bermedia sosial menjadi kunci untuk mencegah risiko penipuan digital maupun pencurian data pribadi.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya