close ads x

Rusia Pertimbangkan Bentuk Kementerian Seks untuk Dongkrak Angka Kelahiran

Rusia Pertimbangkan Bentuk Kementerian Seks untuk Dongkrak Angka Kelahiran

ilustrasi--

Rusia tengah menghadapi tantangan serius berupa penurunan angka kelahiran. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin dikabarkan mempertimbangkan sejumlah langkah tidak biasa, termasuk pembentukan departemen khusus yang dijuluki sebagai “Kementerian Seks”.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan populasi yang kini berada di bawah tingkat penggantian ideal.

Angka Kelahiran di Bawah Standar



Berdasarkan laporan yang dikutip dari Metro, angka kelahiran Rusia saat ini berada di kisaran 1,5 anak per perempuan. Angka tersebut lebih rendah dari batas stabilitas populasi sebesar 2,1 anak per perempuan.

Dalam pidato pada September 2024, Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa keberlangsungan bangsa Rusia sangat bergantung pada jumlah penduduknya di masa depan.

Ia menyebut menjaga populasi sebagai prioritas nasional, sekaligus mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mempertahankan keberlanjutan negara.

Wacana Pembentukan Kementerian Baru


Salah satu gagasan yang mencuat adalah pembentukan kementerian baru yang fokus pada peningkatan angka kelahiran. Wacana ini disebut mendapat dukungan dari sejumlah pejabat, termasuk Nina Ostanina, Ketua Komite Perlindungan Keluarga dan Anak-anak di parlemen Rusia.

Departemen tersebut nantinya akan merancang kebijakan khusus untuk mendorong pasangan memiliki anak.

Beragam Usulan Kebijakan

Selain ide pembentukan kementerian, beberapa usulan lain juga dipertimbangkan.

Pembatasan Internet dan Listrik Malam Hari

Ada gagasan untuk membatasi akses internet dan listrik pada pukul 22.00 hingga 02.00 waktu setempat. Tujuannya agar pasangan memiliki lebih sedikit distraksi dan lebih banyak waktu bersama.

Insentif bagi Ibu Rumah Tangga

Pemerintah juga mempertimbangkan pemberian insentif finansial bagi perempuan yang memilih fokus menjadi ibu rumah tangga. Kebijakan ini dinilai dapat meringankan beban ekonomi keluarga.

Dukungan Dana Kencan dan Pernikahan

Usulan lainnya adalah pemberian dana sebesar 5.000 rubel Rusia untuk pasangan yang menjalani kencan pertama. Jika hubungan berlanjut hingga pernikahan, pemerintah disebut siap membantu biaya hingga 26.300 rubel Rusia.

Berbagai wacana tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Rusia dalam menanggapi krisis demografi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat sosial dan ekonomi.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya