Video Chindo Adidas Viral di TikTok, Ending Menggantung Picu Spekulasi dan Tautan Berbahaya
viral video gilcan--
Sebuah video yang disebut-sebut sebagai “chindo adidas” mendadak ramai di TikTok dan memancing rasa penasaran warganet. Narasi yang menyertainya terkesan sensasional, namun isi rekaman yang beredar justru berakhir tanpa adegan lanjutan.
Cuplikan tersebut memperlihatkan seorang gadis berparas oriental dengan rambut dikuncir ekor kuda dan poni belah tengah. Ia mengenakan jaket olahraga hitam merek Adidas yang tertutup hingga leher.
Adegan Singkat yang Terpotong
Pada bagian awal video, gadis itu berdiri menghadap kamera sambil mengangkat selembar kertas berwarna kekuningan. Tulisan pada kertas tersebut tidak terlihat jelas, meski dalam potongan video tampak kata “Before”.
Beberapa detik kemudian, kertas diturunkan dan ia kembali menatap kamera dengan ekspresi datar. Selanjutnya, ia memegang kepala resleting jaket dan perlahan menariknya ke bawah hingga jaket terbuka.
Video berhenti tepat di bagian tersebut tanpa kelanjutan adegan. Akhir yang menggantung inilah yang memicu spekulasi dan mendorong banyak pengguna media sosial mencari versi lengkapnya.
Dimanfaatkan untuk Mendongkrak Interaksi
Fenomena viral ini kemudian dimanfaatkan sejumlah akun untuk meningkatkan jumlah tayangan dan interaksi. Cuplikan yang sama diunggah ulang dengan judul serta keterangan provokatif agar mudah muncul di pencarian dan beranda FYP TikTok.
Tak sedikit unggahan yang menyertakan tautan yang diklaim sebagai versi lengkap video tersebut. Namun, sebagian link justru mengarah ke situs judi online hingga halaman phishing yang berpotensi mencuri data pribadi.
Imbauan Waspada
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan kata kunci sensasional kerap dipakai untuk menarik klik. Pengguna media sosial disarankan lebih kritis dan tidak mudah mengakses tautan yang belum jelas sumber maupun keamanannya.
Memeriksa alamat situs, menghindari memasukkan data pribadi sembarangan, serta tidak tergoda judul provokatif dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah risiko digital.