Profil Dwi Sastyaningtyas yang Viral Jadi Sorotan Usai Ungkap Status Kewarganegaraan Anak di Inggris, Ternyata Penerima Beasiswa LPDP
Saset-Instagram-
SEMARANG – Nama Dwi Sastyaningtyas mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah membagikan kabar terbaru mengenai status kewarganegaraan anak keduanya. Perempuan yang akrab disapa Tyas itu mengungkap bahwa sang anak kini resmi berstatus Warga Negara Asing (WNA) Inggris.
Kabar tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Tyas memperlihatkan momen haru saat menerima surat resmi dari Home Office Inggris yang menyatakan pengakuan kewarganegaraan anaknya.
Unggahan tersebut kemudian tersebar luas setelah dibagikan ulang di berbagai platform, termasuk Threads. Sejak saat itu, respons publik terus mengalir dan memicu perdebatan di ruang digital.
Status LPDP Jadi Bahan Perbincangan
Pembahasan tidak berhenti pada status kewarganegaraan sang anak. Latar belakang Tyas dan suaminya sebagai mantan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut menjadi sorotan.
Sejumlah warganet mempertanyakan kontribusi penerima beasiswa negara terhadap Indonesia. Ada yang menilai pernyataan kebahagiaan Tyas atas status kewarganegaraan anaknya kurang sensitif di tengah ekspektasi publik terhadap alumni LPDP.
Di sisi lain, sebagian publik menilai persoalan tersebut perlu dilihat secara proporsional dan tidak terlepas dari konteks pribadi maupun profesional yang lebih luas.
Pendiri Sustaination dan Aktivis Gaya Hidup Berkelanjutan
Di luar polemik yang berkembang, Dwi Sastyaningtyas dikenal sebagai pendiri Sustaination, sebuah gerakan sekaligus platform gaya hidup ramah lingkungan asal Indonesia yang berdiri sejak 2017.
Melalui Sustaination, Tyas mengampanyekan praktik hidup berkelanjutan di tengah masyarakat. Inisiatif tersebut berfokus pada:
- pengurangan sampah rumah tangga,
- pemanfaatan kompos,
- penggunaan produk lokal ramah lingkungan.
Gerakan ini diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat secara jangka panjang melalui edukasi dan penyediaan produk berkelanjutan.
Baca juga: Akankah Film Taneuh Kalaknat (2026) Bakal Lanjut Season 2?