close ads x

Hoaks Tautan Pendaftaran Sembako Ramadhan 1447 H Catut Nama Pertamina, Ini Faktanya

Hoaks Tautan Pendaftaran Sembako Ramadhan 1447 H Catut Nama Pertamina, Ini Faktanya

sembako--

Sebuah unggahan di Facebook mengklaim PT Pertamina (Persero) membagikan sembako Ramadhan 1447 H untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam narasi yang beredar, warganet diminta mendaftarkan diri melalui tautan yang tertera di bio akun untuk memperoleh bantuan tersebut.

Unggahan itu dibagikan akun bernama “Tina situmorang1” pada Selasa, 17 Februari 2026. Konten yang ditampilkan memperlihatkan petugas SPBU berseragam merah menyerahkan paket sembako kepada seorang lansia, disertai logo Pertamina dan tulisan resmi perusahaan.



Dalam gambar tercantum ajakan mendaftar dengan memasukkan data pribadi agar mendapatkan pembagian sembako Ramadhan 1447 H. Hingga Rabu, 18 Februari 2026, unggahan tersebut menuai respons warganet yang berharap memperoleh bantuan.

Penelusuran Akun dan Tautan

Penelusuran terhadap akun pengunggah menunjukkan akun tersebut hanya memiliki sedikit pengikut dan kerap membagikan informasi serupa terkait bantuan sosial maupun lowongan kerja. Semua unggahan mengarahkan pengguna menuju satu tautan di bio profil.

Tautan tersebut membawa pengguna ke situs yang meminta pengisian nama lengkap sesuai E-KTP, alamat, serta nomor Telegram. Setelah itu, pengunjung diminta memasukkan kode verifikasi lima digit yang dikirim melalui Telegram.


Pola semacam ini lazim digunakan dalam modus phishing untuk mengumpulkan data pribadi dan membuka komunikasi langsung dengan calon korban.

Hasil Analisis Situs

Pemeriksaan menggunakan layanan analisis URL menunjukkan alamat yang dibagikan tidak terafiliasi dengan situs resmi Pertamina maupun lembaga pemerintah. Domain tersebut tercatat baru dibuat pada 10 Februari 2026 dengan masa aktif singkat.

Alamat situs itu juga tidak menggunakan domain resmi perusahaan, sehingga patut dicurigai sebagai tautan palsu yang berpotensi merugikan masyarakat.

Klarifikasi Resmi Pertamina

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan informasi mengenai pendaftaran sembako Ramadhan 1447 H tersebut tidak benar dan bukan berasal dari perusahaan maupun entitas resmi di lingkungan Pertamina Group.

“PT Pertamina (Persero) tidak pernah menerbitkan atau menyampaikan informasi terkait Sembako Ramadhan 1447 H sebagaimana narasi yang beredar pada unggahan tersebut. Sebagai BUMN energi nasional, Pertamina berkomitmen menjaga transparansi informasi publik dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat dari potensi disinformasi maupun penyalahgunaan nama perusahaan,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.

Pertamina mengimbau masyarakat tidak menindaklanjuti informasi yang tidak jelas sumbernya dan tidak mengklik tautan tidak resmi. Seluruh informasi perusahaan hanya disampaikan melalui kanal resmi seperti situs www.pertamina.com, Call Center 135, media sosial terverifikasi, serta siaran pers resmi.

Program Pertamina Peduli

Sepanjang ini, bantuan sosial yang dilakukan Pertamina umumnya disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pertamina Peduli. Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah atau instansi terkait, bukan melalui pendaftaran daring terbuka.

Pada Ramadhan 1446 H, misalnya, entitas di bawah Pertamina pernah menyalurkan paket sembako kepada kelompok masyarakat tertentu seperti anak yatim dan dhuafa. Bantuan juga pernah diberikan kepada korban bencana di sejumlah daerah melalui mekanisme resmi.

Tidak ditemukan informasi kredibel yang menyatakan Pertamina membuka pendaftaran sembako Ramadhan 1447 H untuk seluruh masyarakat Indonesia melalui tautan daring.

Kesimpulan

Klaim mengenai tautan pendaftaran sembako Ramadhan 1447 H yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) adalah salah dan menyesatkan.

Tautan yang dibagikan bukan berasal dari kanal resmi perusahaan dan mengarah pada permintaan data pribadi melalui Telegram, yang berpotensi menjadi modus penipuan atau pencurian data.

Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum membagikan data pribadi atau mengakses tautan yang mencurigakan.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya