Rabu Abu Tandai Awal Masa Prapaskah dan Seruan Pertobatan Umat Katolik

Rabu Abu Tandai Awal Masa Prapaskah dan Seruan Pertobatan Umat Katolik

rabu abu-pixabay-

Umat Katolik di berbagai belahan dunia memasuki Masa Prapaskah melalui perayaan Rabu Abu, sebuah ibadat yang hening namun penuh makna rohani.

Pada hari tersebut, dahi umat diberi tanda salib dari abu sambil mendengarkan seruan, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Kalimat ini menjadi pengantar perjalanan tobat selama 40 hari menuju Paskah.

Awal Retret Agung Menjelang Paskah



Dalam tradisi liturgi Gereja, periode 40 hari sebelum Paskah dikenal sebagai Prapaskah atau Quadragesima. Masa ini dipahami sebagai waktu refleksi mendalam untuk mempersiapkan diri merayakan kebangkitan Yesus Kristus.

Seorang romo menjelaskan, Rabu Abu menjadi penanda dimulainya masa pembaruan hidup bagi umat beriman.

“Rabu Abu menandai dibukanya Masa Prapaskah, masa tobat, masa untuk kembali merefleksikan perjalanan hidup kita agar semakin sesuai sebagai murid-murid Kristus yang baik,” ujarnya.


Ia menekankan, abu yang dioleskan di dahi bukan sekadar simbol lahiriah. Tanda tersebut mengandung panggilan untuk kembali menyadari jati diri sebagai murid Kristus.

“Dengan abu di dahi, kita diingatkan untuk memasuki masa pertobatan, masa perubahan hidup, untuk kembali menghidupi identitas kita sebagai murid Kristus,” katanya.

Akar Biblis dan Sejarah Gereja

Penggunaan abu memiliki jejak kuat dalam Kitab Suci. Dalam tradisi Perjanjian Lama, abu menjadi lambang dukacita dan pertobatan.

Praktik ini kemudian berkembang dalam kehidupan Gereja. Pada abad ke-7, masa Prapaskah secara resmi dimulai pada hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah pertama, sebagaimana ditetapkan oleh, agar jumlah hari puasa efektif genap 40 hari tanpa menghitung enam hari Minggu yang dipandang sebagai hari raya.

Abu yang digunakan berasal dari pembakaran daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya. Tradisi ini menghadirkan kesinambungan simbolik antara awal Prapaskah dan peringatan sengsara Kristus dalam Pekan Suci.

Baca juga: Apakah Film Korea The King’s Warden (2026) Bakal Lanjut Season 2?

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya