Hideki Sato Wafat di Usia 77 Tahun, Arsitek Hardware Sega Tutup Usia
sega--
Dunia video game kehilangan salah satu sosok pentingnya. Hideki Sato, insinyur perangkat keras yang lama berkiprah di Sega, meninggal dunia pada usia 77 tahun.
Kabar wafatnya pertama kali diberitakan media Jepang Beep21. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh yang berperan besar dalam membentuk fondasi konsol klasik Sega.
Karier Panjang di Sega
Sato bergabung dengan Sega pada awal 1970-an dan menjadi figur sentral dalam perancangan arsitektur perangkat keras perusahaan. Ia terlibat dalam pengembangan sejumlah konsol penting, mulai dari SG-1000, Sega Master System, Sega Saturn, hingga Dreamcast.
Kontribusinya tidak hanya sebatas peningkatan spesifikasi teknis. Rancangan yang ia susun memberi ruang bagi tim pengembang untuk menciptakan game dengan pendekatan yang lebih kompleks dan inovatif.
Inovasi yang Melampaui Zamannya
Sega Saturn yang dirancangnya dikenal memiliki kemampuan grafis 2D canggih serta konfigurasi prosesor ganda yang kompleks. Arsitektur tersebut mendorong pengembang untuk beradaptasi dengan teknologi yang lebih maju pada masanya.
Sementara itu, Dreamcast menjadi tonggak penting karena dibekali modem bawaan untuk bermain secara daring. Fitur ini hadir jauh sebelum konsep multiplayer online menjadi standar di industri game modern.
Warisan dalam Industri Game
Meski jarang tampil di ruang publik, pengaruh Sato terasa kuat melalui konsol-konsol yang ia rancang. Perangkat tersebut kini menjadi bagian dari sejarah penting industri hiburan digital dan tetap diminati kolektor serta penggemar gim retro.
Karyanya menunjukkan bahwa peran insinyur perangkat keras sama vitalnya dengan kreator gim di garis depan. Melalui pendekatan teknis yang visioner, Sato membantu membentuk arah perkembangan teknologi konsol hingga saat ini.
Hideki Sato meninggalkan jejak panjang dalam dunia gaming. Inovasi yang ia gagas terus dikenang sebagai fondasi penting yang membuka jalan bagi evolusi industri video game modern.