Link Viral Video Cukur Kumis Disertai Klaim Link Lengkap, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Link Viral Video Cukur Kumis Disertai Klaim Link Lengkap, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

video-claudid/pixabay-

Jagat TikTok tengah diramaikan video bertema cukur kumis yang mendadak viral dan memancing rasa penasaran warganet. Konten berdurasi singkat itu menyebar luas dan menjadi perbincangan di berbagai akun media sosial.

Video tersebut diunggah akun @fefeq60 dan menampilkan seorang perempuan berhijab hitam mengenakan jaket hoodie. Ia tampak berbicara di depan kamera, namun suaranya tidak terdengar jelas karena tertutup musik latar yang dominan.



Keterangan singkat bertuliskan “Day 1 ngonten cukur kumis” justru memicu spekulasi. Minimnya konteks dalam tayangan membuat banyak pengguna mencoba menebak isi percakapan yang sebenarnya.

Strategi Konten Picu Ledakan Penonton

Durasi video yang hanya sekitar 11 detik dinilai menjadi salah satu faktor yang membuatnya cepat menyebar. Pada awal tayangan, kamera menyorot wajah perempuan tersebut, lalu berganti ke potongan gambar yang hanya memperlihatkan bagian kepala.

Potongan adegan yang tidak utuh memunculkan dugaan bahwa video itu merupakan cuplikan dari konten berdurasi lebih panjang. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan versi lengkapnya.


Penggunaan musik latar yang sedang tren turut memperbesar jangkauan. Sound tersebut telah dipakai lebih dari 1,2 juta unggahan di TikTok sehingga membantu algoritma mendorong video ke beranda pengguna lain.

Tagar seperti #dayinmylife, #hijab, dan #viral juga memperluas distribusi konten. Hingga saat ini, video itu telah meraih lebih dari 139 ribu tanda suka dan ditonton sekitar 4,2 juta kali.

Muncul Klaim Link Video Lengkap

Seiring viralnya konten, beredar sejumlah klaim yang mengaku memiliki tautan menuju versi penuh video tersebut. Situasi ini memunculkan potensi risiko penipuan digital.

Modus yang kerap digunakan adalah phishing, yakni upaya memperoleh data pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, PIN, hingga informasi kartu melalui tautan palsu.

Tautan semacam itu biasanya menggunakan alamat domain yang menyerupai situs resmi atau memanfaatkan layanan pemendek URL untuk mengelabui korban.

Tips Menghindari Phishing

  • Jangan mengeklik tautan dari sumber yang tidak jelas.
  • Periksa alamat URL secara cermat sebelum memasukkan data pribadi.
  • Aktifkan fitur Two-Factor Authentication pada akun media sosial.

Jika terlanjur mengakses tautan mencurigakan dan memasukkan informasi sensitif, pengguna disarankan segera mengganti kata sandi untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan akun.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya