Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial PKH dan BPNT tahap pertama tahun 2026 sejak 7 Februari. Pencairan dilakukan secara bertahap melalui bank penyalur resmi sesuai dengan jadwal dan kesiapan masing-masing wilayah.

Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat telah menerima dana bantuan, sementara sebagian lainnya masih menunggu giliran pencairan berikutnya. Proses ini menyesuaikan kuota wilayah, tahapan termin, serta sistem internal perbankan.

Perkembangan Penyaluran di Bank Penyalur

Hingga 7 Februari 2026, penyaluran bantuan sudah terpantau berlangsung di beberapa bank. Bank Syariah Indonesia tercatat lebih awal menyalurkan dana sejak 6 Februari, terutama di wilayah Provinsi Aceh.

Bank BRI kemudian menyusul dengan menyalurkan saldo PKH dan BPNT tahap 1 pada malam hari di tanggal yang sama. Selanjutnya, Bank Mandiri mulai melakukan pencairan pada Sabtu, 7 Februari 2026, dengan saldo yang sudah dapat dipantau melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Sementara itu, hingga pagi hari penyaluran melalui Bank BNI belum terlihat berjalan secara luas. Pemegang KKS BNI diimbau tetap bersabar karena proses pencairan dilakukan bergiliran.

Imbauan Pemerintah dan Cara Cek Saldo

Pemerintah menegaskan bahwa pencairan bansos tidak dilakukan serentak untuk seluruh penerima. Oleh karena itu, KPM diminta tidak terlalu sering mengecek saldo dalam waktu berdekatan.

Pengecekan saldo sebaiknya dilakukan secara berkala dengan jeda beberapa hari melalui ATM, agen bank, atau layanan mobile banking. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran sistem penyaluran bantuan.

Kuota Wilayah dan Sistem Pergiliran

Penyaluran PKH dan BPNT tetap mengikuti kuota yang ditetapkan di tingkat desa dan kelurahan. Tidak semua warga yang terdaftar dalam kelompok desil 1 hingga 4 secara otomatis menerima bantuan karena keterbatasan kuota.