Pemerintah menyediakan layanan pengecekan desil kesejahteraan untuk membantu masyarakat mengetahui posisi kondisi ekonomi keluarga. Informasi ini menjadi acuan penting dalam menentukan peluang menerima bantuan sosial pada 2026.

Seluruh penyaluran bansos saat ini mengacu pada sistem klasifikasi desil kesejahteraan. Mulai dari Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, hingga bantuan lainnya, semuanya ditentukan berdasarkan pemeringkatan ekonomi rumah tangga.

Apa Itu Sistem Desil DTSEN

Sistem desil merupakan metode pengelompokan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Penduduk dibagi ke dalam 10 kelompok, di mana setiap desil mewakili 10 persen populasi nasional.

Desil 1 mencerminkan kelompok dengan kondisi ekonomi paling rentan, sedangkan desil 10 menggambarkan kelompok masyarakat paling sejahtera. Semakin rendah posisi desil, semakin besar peluang memperoleh bantuan sosial.

Hubungan Desil dengan Penerima Bansos

Dalam kebijakan perlindungan sosial, pemerintah memprioritaskan bantuan kepada masyarakat yang berada di kelompok desil bawah.

  • Desil 1 menjadi kelompok paling prioritas dan berhak atas hampir seluruh program bantuan sosial.
  • Desil 2 dan 3 masih masuk sasaran utama berbagai bansos reguler.
  • Desil 4 tergolong rentan dan berpeluang menerima bantuan tertentu.
  • Desil 5 memiliki peluang terbatas tergantung kebijakan dan ketersediaan anggaran.
  • Desil 6 hingga 10 umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos.

Dengan skema ini, penyaluran bantuan diharapkan lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi riil masyarakat.

Jenis Bansos Berdasarkan Klasifikasi Desil

Setiap program bantuan memiliki rentang desil sasaran yang berbeda.

  • PKH ditujukan bagi keluarga pada desil 1 hingga desil 4.
  • BPNT atau bantuan sembako menyasar desil 1 sampai desil 5.
  • PBI Jaminan Kesehatan diberikan kepada masyarakat desil 1–5 sesuai hasil penilaian.
  • Program ATENSI difokuskan pada desil 1–5 berdasarkan asesmen sosial.