Profil Friderica Widyasari Dewi, dari Layar Kaca hingga Pucuk Kepemimpinan OJK
Friderica Widyasari Dewi--
Nama Friderica Widyasari Dewi kembali mencuri perhatian publik setelah dipercaya mengisi posisi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.
Penunjukan tersebut dilakukan pada akhir Januari 2026, menyusul pengunduran diri sejumlah pimpinan OJK di tengah tekanan pasar keuangan dan gejolak Indeks Harga Saham Gabungan.
Dalam situasi krusial tersebut, Friderica diberi mandat untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan fungsi pengawasan sektor jasa keuangan nasional.
Latar Belakang Pribadi dan Pendidikan
Friderica Widyasari Dewi lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada 2001.
Selepas itu, ia melanjutkan studi magister dan meraih gelar Master of Business Administration dari California State University pada 2004.
Pendidikan akademiknya dituntaskan dengan gelar doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada pada 2019.
Pernah Menjadi Figur Publik di Dunia Hiburan
Sebelum dikenal sebagai tokoh penting di sektor keuangan, Friderica sempat aktif di dunia hiburan.
Ia pernah membintangi sejumlah sinetron populer yang tayang di layar kaca pada era 1990-an dan awal 2000-an.
Kiprahnya di dunia seni peran membuat namanya dikenal luas oleh publik sebelum akhirnya memilih menempuh jalur profesional yang berbeda.
Usai menyelesaikan pendidikan magister, Friderica memutuskan meninggalkan dunia hiburan dan fokus membangun karier di bidang ekonomi serta keuangan.
Awal Karier Profesional dan Akademik
Langkah awal karier profesionalnya dimulai dari dunia akademik.
Ia sempat menjadi dosen tamu dan asisten dosen di sejumlah perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Pengalaman akademik tersebut menjadi fondasi penting sebelum ia terjun lebih jauh ke industri pasar modal.
Jejak Panjang di Pasar Modal
Pada 2005, Friderica mulai berkiprah di Bursa Efek Indonesia.
Kariernya berkembang dari posisi teknis hingga menduduki jabatan strategis.
Ia pernah menjabat Kepala Departemen Komunikasi, Sekretaris Perusahaan, serta Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia pada periode 2009 hingga 2015.
Di sela-sela perjalanannya, ia juga pernah dipercaya menjadi staf khusus di Kementerian Keuangan.
Setelah lebih dari satu dekade di bursa, Friderica melanjutkan karier di Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Ia menjabat Direktur pada 2015–2016, lalu dipercaya sebagai Direktur Utama KSEI pada periode 2016–2019.
Kariernya berlanjut ke industri sekuritas dengan menduduki posisi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022.
Masuk OJK dan Peran Strategis
Pada 2022, Friderica terpilih sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen.
Posisi tersebut diembannya hingga akhirnya dipercaya menjalankan tugas sebagai pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Untuk menunjang profesionalismenya, ia juga mengantongi sertifikasi Wakil Manajer Investasi dan Wakil Penjamin Emisi Efek.
Laporan Kekayaan
Berdasarkan laporan harta kekayaan terakhir, total aset Friderica Widyasari Dewi tercatat sekitar Rp85 miliar.
Sebagian besar kekayaan tersebut berupa aset tanah dan bangunan di sejumlah daerah.
Selain itu, ia juga memiliki kendaraan pribadi, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas, setelah dikurangi kewajiban utang.
Kehidupan Keluarga
Dalam kehidupan pribadi, Friderica menikah dengan seorang perwira tinggi Polri purnawirawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
Dengan latar belakang lintas bidang, mulai dari hiburan, akademik, pasar modal, hingga regulator, Friderica Widyasari Dewi kini menjadi salah satu figur sentral dalam kepemimpinan OJK.