Isi Surat Siswa Kelas 4 SD di Ngada yang Berpamitan dan Meminta Ibu Tak Menangis
mayat-soumen82hazra/pixabay-
Seorang siswa kelas 4 sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 29 Januari 2026.
Sebelum peristiwa itu terjadi, anak tersebut meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan kepada ibunya dan berisi pesan perpisahan.
Ditemukan di Kebun Milik Keluarga
Korban ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa di kebun milik neneknya yang berada di sekitar permukiman.
Peristiwa tersebut dibenarkan Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, yang menyebut aparat kepolisian langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan warga.
Menurut penjelasan Bernardus, saat petugas tiba di lokasi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Surat Terakhir untuk Sang Ibu
Pada hari yang sama, warga menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diketahui ditulis oleh korban sebelum meninggal dunia.
Surat tersebut ditujukan kepada sang ibu dan berisi permintaan agar ibunya merelakan kepergiannya tanpa kesedihan.
“Surat buat Mama Reti. Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya mama. Mama saya pergi. Tidak perlu mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal mama,” tulis korban.
Kondisi Keluarga Korban
Di lingkungan sekolah, korban dikenal sebagai anak yang cerdas, ramah, dan mudah bergaul dengan teman-temannya.
Sehari-hari, ia tinggal bersama neneknya di sebuah pondok sederhana, sementara kedua orang tuanya bekerja di desa tetangga.
Saat kejadian, sang nenek diketahui sedang berada di rumah warga lain untuk membantu memecahkan kemiri sejak malam hari.
Kabar meninggalnya korban pertama kali diterima neneknya dari warga sekitar yang menemukan kejadian tersebut.
Baca juga: Penyaluran Bansos Awal Februari 2026 untuk KPM Resmi Dimulai