Data PPG kemudian diolah oleh algoritma untuk memperkirakan tekanan darah sistolik dan diastolik. Metode ini berbeda dengan alat tensi medis konvensional yang menggunakan manset untuk memberikan tekanan langsung pada lengan.

Selain tekanan darah, PPG juga umum digunakan untuk memantau detak jantung, kadar oksigen dalam darah, laju pernapasan, hingga pola tidur.

Tingkat Akurasi Pengukuran Smartwatch

Meski praktis, hasil pengukuran tekanan darah dari smartwatch perlu disikapi dengan hati-hati. Sejumlah faktor seperti warna kulit, ketebalan jaringan, posisi jam, hingga gerakan tangan dapat memengaruhi hasil pembacaan.

Berbagai studi menunjukkan bahwa perangkat tanpa manset, termasuk smartwatch, belum memiliki tingkat akurasi setara alat medis klinis. Selisih hasil pengukuran masih berada di luar batas toleransi yang ditetapkan untuk diagnosis medis.

Karena itu, data dari smartwatch sebaiknya dipandang sebagai informasi awal. Untuk memastikan kondisi hipertensi, pemeriksaan dengan alat tensi standar dan konsultasi dokter tetap menjadi langkah utama.

Rekomendasi Smartwatch Alternatif selain Apple Watch

Bagi pengguna yang ingin memantau tekanan darah tanpa menggunakan Apple Watch, berikut beberapa pilihan smartwatch yang menawarkan fitur serupa.

Huawei Watch D2

Huawei Watch D2 hadir dengan fitur pemantauan tekanan darah 24 jam berbasis sistem TruSense. Perangkat ini dirancang untuk memantau tekanan darah secara berkala dan menampilkan tren kesehatan harian.

Selain itu, fitur Health Glance memungkinkan pengguna melihat berbagai indikator kesehatan lain dalam satu kali pengukuran. Smartwatch ini kompatibel dengan perangkat Android maupun iOS.

Samsung Galaxy Watch8

Samsung Galaxy Watch8 menawarkan pemantauan tekanan darah melalui analisis gelombang nadi yang terintegrasi dengan aplikasi kesehatan. Pengguna dapat melihat estimasi tekanan darah sistolik dan diastolik langsung dari pergelangan tangan.