Kemenhaj Disorot soal Seleksi Petugas Haji 2026, Error CAT hingga Pencopotan Chiki Fawzi Jadi Sorotan
Haji-Instagram-
Kementerian Haji (Kemenhaj) tengah menjadi perhatian publik menyusul polemik seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Sejumlah peserta menyoroti pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) yang bermasalah, bersamaan dengan kabar pencopotan mendadak figur publik Chiki Fawzi dari daftar petugas haji.
Keluhan peserta mencuat sejak tahapan seleksi CAT yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selatan, pada 18 Desember 2025. Seleksi tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.
Rekor Pendaftar Berujung Masalah Teknis
Berdasarkan keterangan resmi Kemenhaj, jumlah pendaftar PPIH 2026 melalui aplikasi daring mencapai 11.349 orang. Dari jumlah itu, 6.803 pendaftar lolos verifikasi awal, sementara 5.201 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tes CAT.
Salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengaku telah melalui seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi hingga wawancara. Namun, ia menilai pelaksanaan CAT tidak sebanding dengan tingginya animo pendaftar.
Menurutnya, sistem aplikasi yang digunakan tidak berjalan optimal sehingga mengganggu proses seleksi sejak sesi pertama.
Skor Nol Massal Picu Kegaduhan
Peserta menjelaskan, sesi pertama CAT dijadwalkan pukul 09.00 WIB dengan durasi dua jam. Ujian berisi 100 soal seputar kehajian, kejurnalistikan, serta ayat Al-Qur’an dan hadis, dengan hasil yang seharusnya langsung muncul di aplikasi.
Namun, setelah ujian berakhir, seluruh skor peserta tercatat nol. Situasi ruangan pun berubah gaduh karena peserta mempertanyakan hasil tersebut.
Kondisi itu memaksa panitia mengumumkan tes ulang secara mendadak pada siang hari, tanpa jeda yang memadai bagi peserta.
Tes Diulang hingga Tiga Kali
- Tes ulang pertama dilakukan pukul 12.30 WIB dengan soal yang sama namun urutan berbeda.
- Hasil ujian kedua kembali mengalami gangguan sistem.
- Tes ketiga baru digelar pukul 15.30 WIB dan dinilai menampilkan skor yang sesuai.
Peserta menuturkan, selama proses tersebut pengawasan dinilai longgar. Beberapa peserta disebut menggunakan lebih dari satu ponsel dan mengakses aplikasi kecerdasan buatan saat ujian berlangsung.
Seleksi kemudian dilanjutkan dengan wawancara pada pukul 19.00 WIB, meski sebelumnya dijadwalkan pada siang hari. Keterlambatan itu membuat peserta menunggu hingga hampir delapan jam dari jadwal awal.