IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan, Enam Saham Ini Dinilai Masih Menarik

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan, Enam Saham Ini Dinilai Masih Menarik

saham-pixabay-

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. Pergerakan indeks diprediksi belum sepenuhnya stabil di tengah kombinasi sentimen global dan kehati-hatian pelaku pasar domestik.

CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan sejumlah indeks utama di Wall Street serta tren naik harga komoditas berpotensi menjadi penopang sentimen pasar. Kenaikan terlihat pada komoditas energi dan logam, mulai dari minyak mentah, gas, hingga emas dan tembaga.



Meski demikian, faktor eksternal tersebut belum cukup kuat untuk mendorong IHSG bergerak agresif. Investor cenderung menahan diri menjelang hasil konsultasi indeks MSCI yang dinilai berpotensi memengaruhi aliran dana asing.

Pergerakan IHSG Diprediksi Fluktuatif

Dalam kajian terbarunya, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Area support diperkirakan berada pada rentang 8.855 hingga 8.760, sementara level resistensi berada di kisaran 9.050 sampai 9.145.

Rentang pergerakan tersebut mencerminkan pasar yang masih mencari arah, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan global dan menunggu kejelasan sentimen baru.

Bursa Wall Street Jadi Penopang Sentimen


Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, mayoritas indeks di Wall Street mencatatkan penguatan tipis. Sentimen positif muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland.

Namun, tekanan pada saham Goldman Sachs Group Inc yang terkoreksi 3,75 persen membuat indeks Dow Jones harus ditutup di zona merah, meskipun indeks lainnya masih bertahan menguat.

Sebelumnya, ketiga indeks utama di Wall Street sempat bergerak konsisten menguat sejak pertengahan pekan. Kondisi tersebut dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer terkait Greenland serta membatalkan rencana penerapan tarif impor terhadap delapan negara anggota NATO.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya