Whip Pink Ramai Dibicarakan Usai Wafatnya Lula Lahfah, Ini Jenis Gas dan Kegunaannya

Whip Pink Ramai Dibicarakan Usai Wafatnya Lula Lahfah, Ini Jenis Gas dan Kegunaannya

Whipping-Instagram-

Nama Whip Pink mendadak ramai dibahas publik setelah kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah pada 23 Januari 2026. Di tengah suasana duka, muncul pertanyaan luas mengenai apa sebenarnya Whip Pink dan apakah penggunaannya berbahaya bagi kesehatan.

Perbincangan ini berkembang seiring beredarnya informasi tentang tabung gas berwarna merah muda yang kerap disebut-sebut memiliki efek berisiko bila disalahgunakan. Tidak sedikit warganet yang mengaitkannya dengan potensi dampak medis serius.

Mengenal Whip Pink dan Kandungan di Dalamnya



Whip Pink merupakan merek dagang tabung gas berisi Nitrous Oxide atau N2O yang diproduksi dan didistribusikan oleh PT Suplaindo Sukses Sejahtera. Dalam dunia kuliner, produk ini dikenal sebagai whipped cream charger.

Tabung Whip Pink memiliki kapasitas relatif besar, berkisar antara 580 gram hingga 640 gram. Ukuran ini membuatnya banyak digunakan oleh kafe maupun restoran berskala menengah hingga besar karena lebih efisien dibandingkan charger kecil sekali pakai.

Fungsi Whip Pink dalam Industri Makanan

Nitrous Oxide di dalam tabung Whip Pink berfungsi sebagai gas pendorong. Gas ini dimanfaatkan untuk mengubah krim cair menjadi whipped cream yang lembut.


Dalam prosesnya, gas disuntikkan ke dalam tabung whipper berisi krim. Nitrous Oxide kemudian larut dalam lemak krim, lalu mengembang ketika dikeluarkan sehingga menghasilkan busa halus yang umum ditemukan pada kopi latte, waffle, dan berbagai hidangan penutup.

Penggunaan Nitrous Oxide untuk keperluan pangan diizinkan secara resmi sebagai Bahan Tambahan Pangan. Namun, pemanfaatannya dibatasi hanya untuk industri makanan dan minuman.

Risiko Serius Jika Disalahgunakan

Masalah muncul ketika Whip Pink digunakan di luar fungsi aslinya. Nitrous Oxide kerap dijuluki sebagai gas tawa karena dapat menimbulkan sensasi euforia singkat bila dihirup.

Secara medis, menghirup N2O secara langsung tanpa campuran oksigen yang memadai berisiko menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen dalam tubuh.

Dalam kondisi berat, hipoksia dapat memicu henti napas maupun henti jantung secara tiba-tiba. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai darah ke otak dan organ vital terhenti.

Kekurangan oksigen hanya dalam hitungan menit sudah cukup untuk menimbulkan kerusakan saraf permanen hingga berujung kematian. Risiko inilah yang membuat penyalahgunaan Whip Pink dinilai sangat berbahaya.

Baca juga: Apa Itu Sudden Cardiac Arrest dan Penjelasan Medis di Balik Wafatnya Lula Lahfah

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya