Sutradara Danur Bantah Tuduhan Sewa Buzzer Serang Film Na Willa
Danur-Instagram-
Persaingan film Lebaran 2026 mulai memanas meski jadwal penayangan masih dua bulan lagi. Sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, lebih dulu merasakan atmosfer tersebut setelah akun Instagram resmi filmnya dibanjiri komentar promosi film lain.
Sejumlah warganet menyoroti kemunculan komentar yang seragam dan masif mempromosikan Danur: The Last Chapter di unggahan Na Willa. Situasi itu memicu dugaan adanya buzzer yang sengaja diarahkan untuk menjatuhkan film garapan Ryan Adriandhy.
Tudingan pun mengarah ke MD Pictures sebagai rumah produksi Danur. Promosi semacam itu dianggap sebagian warganet sebagai langkah tidak etis dan berpotensi merusak persaingan sehat antarfilm nasional.
Klarifikasi Langsung dari Awi Suryadi
Menanggapi tuduhan tersebut, Awi Suryadi selaku sutradara Danur: The Last Chapter mengambil langkah langsung dengan menghubungi Ryan Adriandhy melalui pesan pribadi di Instagram.
Dalam penjelasan tertulisnya, Awi menegaskan bahwa komentar masif di akun Na Willa bukan berasal dari tim Danur maupun pihak yang berafiliasi dengan MD Pictures.
Ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan tim internal untuk memastikan tidak ada strategi promosi yang melibatkan praktik semacam itu di media sosial.
Respons Ryan Adriandhy Usai Klarifikasi
Setelah menerima klarifikasi tersebut, Ryan Adriandhy memutuskan menghapus unggahan di platform X yang sebelumnya menyinggung soal serangan komentar promosi film lain.
Ryan menyampaikan apresiasi atas penjelasan Awi Suryadi dan menyebut pihak produser kedua film juga telah berkomunikasi secara langsung.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan klarifikasi yang diterimanya, komentar di akun Na Willa dapat dipastikan bukan berasal dari tim film Danur.
Desakan Warganet untuk Investigasi
Meski klarifikasi telah disampaikan, sebagian warganet masih mendorong adanya penelusuran lebih lanjut. Mereka menilai praktik promosi yang membenturkan film Indonesia perlu diusut agar tidak terulang.
Sejumlah komentar menilai klarifikasi saja belum cukup karena polemik tersebut dinilai turut merugikan reputasi film yang terseret isu.