Profil Tampang Emirsyah Satar Sosok yang Rugikan Negara dari Pengadaan Pesawat ATR Insiden jatuhnya pesawat ATR: Umur, Agama dan Akun IG

Profil Tampang Emirsyah Satar Sosok yang Rugikan Negara dari Pengadaan Pesawat ATR Insiden jatuhnya pesawat ATR: Umur, Agama dan Akun IG

ilustrasi-waldryano-

Profil Tampang Emirsyah Satar Sosok yang Rugikan Negara dari Pengadaan Pesawat ATR Insiden jatuhnya pesawat ATR: Umur, Agama dan Akun IG yang dioperasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali memunculkan nama Emirsyah Satar ke ruang publik.

Nama mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia itu ramai diperbincangkan warganet karena dikaitkan dengan kebijakan pengadaan pesawat yang dinilai bermasalah dan berdampak pada kerugian negara dalam jumlah besar.

Nama Emirsyah Satar Ramai Dibahas di Media Sosial



Perbincangan tersebut mencuat melalui unggahan di media sosial Threads yang menyoroti keputusan pembelian pesawat oleh Garuda Indonesia pada masa kepemimpinan Emirsyah.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa pembelian pesawat dengan spesifikasi yang tidak sesuai menyebabkan maskapai pelat merah mengalami kerugian operasional selama bertahun-tahun.

Salah satu pesawat yang disorot adalah Bombardier CRJ-1000 yang dinilai tidak cocok dengan karakteristik sebagian bandara di Indonesia.

Masalah Spesifikasi Pesawat


Pesawat jenis CRJ-1000 diketahui membutuhkan landasan pacu yang relatif panjang, sementara banyak bandara domestik memiliki keterbatasan infrastruktur.

Kondisi tersebut membuat pesawat tidak dapat dioperasikan secara optimal dan lebih sering menganggur, meski kewajiban pembayaran cicilan tetap berjalan.

Situasi ini kemudian disebut berkontribusi pada kerugian keuangan Garuda Indonesia dalam skala besar.

Profil Emirsyah Satar

Emirsyah Satar lahir di Jakarta pada 28 Juni 1959 dan dikenal sebagai salah satu pimpinan penting dalam sejarah Garuda Indonesia.

Ia menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia selama sembilan tahun, dari 2005 hingga 2014.

Pada awal kepemimpinannya, Emirsyah sempat dipuji karena membawa modernisasi dan perbaikan kinerja maskapai nasional.

Ia juga tercatat sebagai Direktur Utama termuda di kawasan Asia Pasifik saat pertama kali menduduki jabatan tersebut pada usia 46 tahun.

Baca juga: Video Wanita di NTT Tembak Mati Burung Hantu Manguni Picu Kecaman Publik

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya