Keributan Warnai Keraton Solo Menjelang Kedatangan Menbud Fadli Zon
Fadli-Instagram-
Pihak Purbaya secara tegas melarang rombongan LDA melanjutkan langkah ke Ndalem Wiworokenjo. Adu mulut sempat terjadi antara GKR Panembahan Timoer Rumbay dan Gusti Moeng di tengah ketegangan yang meningkat.
Meski mendapat penolakan, rombongan LDA tetap berusaha masuk hingga akhirnya berhasil mencapai Ndalem Wiworokenjo. Ketegangan belum mereda karena pihak Purbaya kembali menolak pembukaan pintu di area tersebut.
Diketahui, Ndalem Wiworokenjo terhubung langsung dengan Ndalem Handrawina, lokasi yang dijadwalkan menjadi tempat kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Penolakan tersebut memicu dorong-dorongan antara kedua kubu.
Pintu Ndalem Wiworokenjo akhirnya terbuka setelah didorong dari dua arah, baik dari dalam maupun luar. Meski pintu telah terbuka, perselisihan antara kedua pihak masih berlanjut di area tersebut.
Aparat kepolisian terlihat berjaga ketat di sekitar Ndalem Wiworokenjo untuk menjaga situasi tetap terkendali. Akses masuk ke lokasi dibatasi dan hanya diperbolehkan bagi pihak keluarga.
Di sela kejadian, Ketua Eksekutif LDA KPH Edy Wirabhumi menjelaskan tujuan kedatangan Menteri Kebudayaan. Menurutnya, Fadli Zon dijadwalkan menyerahkan Surat Keputusan terkait Keraton Surakarta.
"SK Menteri Kebudayaan ini menunjuk KGPH Tedjowulan sebagai pelaksana pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya nasional untuk Keraton Surakarta," ujar Edy kepada awak media.
Hingga berita ini disusun, pengamanan di Ndalem Wiworokenjo masih diperketat. Agenda bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon dilaporkan belum dimulai.