Waspada! Ini 5 Tanda Child Grooming yang Sering Dianggap Biasa, Menurut Psikolog Anak

Waspada! Ini 5 Tanda Child Grooming yang Sering Dianggap Biasa, Menurut Psikolog Anak

bully-Anemone123/pixabay-

Baca juga: Daftar 6 Film dan Serial Netflix Indonesia 2026: Dari Aksi Epik Kimo Stamboel hingga Drama Keluarga Menyentuh ala Gina S. Noer

✅ Bangun Relasi yang Hangat dan Tanpa Syarat
Ciptakan lingkungan di mana anak merasa aman untuk bercerita—tanpa takut dihakimi, dimarahi, atau diremehkan. Anak yang merasa cukup dicintai di rumah cenderung tidak mencari validasi dari orang asing.



✅ Edukasi Sejak Usia Dini tentang Batasan Tubuh dan Relasi Sehat
Ajarkan perbedaan antara “rahasia baik” (seperti kejutan ulang tahun) dan “rahasia buruk” (yang membuat tidak nyaman dan harus disembunyikan). Latih anak untuk mengatakan “tidak” pada sentuhan atau ajakan yang membuat mereka gelisah.

✅ Tingkatkan Literasi Digital Keluarga
Dampingi penggunaan gawai, pasang fitur kontrol orang tua jika perlu, dan ajak anak berdiskusi tentang risiko berinteraksi dengan orang tak dikenal di internet. Ingat: privasi anak bukan berarti bebas tanpa pengawasan.

Jangan Tunggu Sampai Terlambat
Child grooming bukan hanya soal predator jahat—tapi soal manipulasi halus yang memanfaatkan kerentanan emosional anak. Dan sayangnya, banyak kasus baru terungkap setelah trauma sudah terjadi.


Jika Anda melihat salah satu tanda di atas, jangan bereaksi dengan kemarahan atau tuduhan. Dekati anak dengan empati, dengarkan tanpa menghakimi, dan segera cari bantuan profesional—baik dari psikolog, guru BK, atau lembaga perlindungan anak seperti KPAI atau LPSK.

Ingat: mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan pencegahan dimulai dari kesadaran, komunikasi, serta keberanian untuk tidak menganggap “semua baik-baik saja”.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya