Pemerintah Siapkan Dana Rp101 Triliun, Bentuk BUMN Tekstil Baru di Bawah Danantara untuk Selamatkan Industri Nasional
Prabowo-Instagram-
Respons Pelaku Industri dan Tantangan ke Depan
Langkah pemerintah ini disambut positif oleh kalangan pelaku industri tekstil. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa efektivitas kebijakan akan sangat bergantung pada implementasi lapangan, transparansi pengelolaan dana, serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi.
“Kami mendukung penuh, tapi perlu mekanisme yang jelas agar dana ini benar-benar sampai ke akar rumput—ke UMKM tekstil, penenun tradisional, hingga eksportir menengah,” kata Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Wirawansa.
Di sisi lain, tantangan global seperti perlambatan ekonomi dunia, gejolak geopolitik, dan standar lingkungan internasional tetap menjadi ujian berat. Namun, dengan pendekatan holistik dan dukungan finansial skala besar, Indonesia berpeluang kembali menjadi pemain utama di peta industri tekstil global.
Penutup: Momentum Transformasi Industri Nasional
Pembentukan BUMN tekstil baru senilai Rp101 triliun bukan sekadar langkah penyelamatan darurat—melainkan titik awal transformasi struktural industri manufaktur Indonesia. Di bawah koordinasi Danantara dan arahan langsung Presiden Prabowo, sektor tekstil diharapkan tak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi tulang punggung ekspor non-migas dan pencipta lapangan kerja berkualitas.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal, reformasi rantai pasok, dan penetrasi pasar global, masa depan cerah industri tekstil Indonesia tampak semakin nyata—bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi abad ke-21.