Poco M8 Pro 5G Resmi Meluncur dengan Upgrade Brutal—Apakah Kenaikan Harganya Sebanding?

Poco M8 Pro 5G Resmi Meluncur dengan Upgrade Brutal—Apakah Kenaikan Harganya Sebanding?

Poco-Instagram-

Poco M8 Pro 5G Resmi Meluncur dengan Upgrade Brutal—Apakah Kenaikan Harganya Sebanding?

Industri smartphone kelas menengah di Tanah Air kembali digemparkan dengan kehadiran Poco M8 Pro 5G, penerus terbaru dari seri Poco M yang selama ini dikenal sebagai raja value for money. Namun, kali ini, Poco tampaknya tak hanya meningkatkan spesifikasi—melainkan juga harga jualnya. Lantas, apakah peningkatan yang disebut “brutal” oleh sejumlah pengamat benar-benar sepadan dengan nominal tambahan yang harus dibayar konsumen?



Awal Sorotan: Ulasan Viral YouTuber Cupu
Semua bermula ketika YouTuber ternama, Cupu, merilis ulasan mendalam tentang Poco M8 Pro 5G di kanal YouTube-nya. Video tersebut langsung menjadi sorotan karena mengungkap lompatan spek yang sangat signifikan dibanding pendahulunya, Poco M7 Pro 5G. Bahkan, Cupu menyebut upgrade kali ini sebagai “brutal banget”, sebuah frasa yang kemudian viral di kalangan pecinta gadget.

“Layar naik, chipset lompat jauh, baterai makin tebal, dan charging-nya makin kebut,” ujarnya antusias dalam video tersebut. Pernyataan ini bukan sekadar hiperbola—fakta teknis membuktikan bahwa Poco memang serius mengangkat level seri M ke segmen yang lebih premium.

Desain Lebih Agresif, Tapi Masih Setia pada Plastik
Dari sisi estetika, Poco M8 Pro 5G tampil dengan desain yang jauh lebih berani. Modul kamera belakangnya kini mengadopsi tata letak unik yang dijuluki “kompor empat tungku” oleh para netizen—meski sebenarnya hanya terdiri dari dua sensor utama. Gaya ini memang mengingatkan pada seri Redmi Note terbaru, menunjukkan semakin kaburnya batas visual antara sub-brand Xiaomi.


Sayangnya, material bodi masih menggunakan plastik dengan finishing matte yang nyaman di genggaman namun kurang memberikan kesan premium. Satu langkah kontroversial lainnya adalah penghapusan jack audio 3,5 mm, sebuah keputusan yang mungkin akan menuai protes dari pengguna setia yang masih mengandalkan earphone berkabel.

Di bagian depan, layar kini hadir lebih lebar dengan bezel yang simetris dan sedikit lengkung di sisi depan-belakang, memberikan nuansa modern meski belum sepenuhnya bezel-less seperti flagship masa kini.

Spesifikasi Melesat: Dari Chipset hingga Baterai
Jika desain masih memicu perdebatan, maka spesifikasi internal Poco M8 Pro 5G benar-benar membuat kompetitor waspada. Poco menggantikan chipset Dimensity 7025 Ultra pada M7 Pro dengan Snapdragon 7s Gen 4 berbasis fabrikasi 4 nm—sebuah lompatan besar dalam hal efisiensi dan performa.

Hasil benchmark AnTuTu pun mencatat kenaikan performa hingga 70%, menjadikan ponsel ini salah satu yang tercepat di kelasnya. Untuk menjinakkan panas akibat beban kerja tinggi, Poco menyematkan vapor chamber seluas 5.200 mm², sistem pendingin canggih yang biasanya hanya ditemukan di perangkat flagship.

Baterai juga mendapat peningkatan signifikan: dari 5.110 mAh menjadi 6.500 mAh, didukung teknologi pengisian cepat 100W—naik dua kali lipat dari 45W pada model sebelumnya. Artinya, pengguna bisa mengisi penuh baterai dalam waktu kurang dari 40 menit.

Kamera: Akhirnya Ada Ultrawide yang Layak
Sektor kamera juga tidak luput dari sentuhan upgrade. Sensor utama tetap 50MP, namun kini didampingi lensa ultrawide 8MP yang menggantikan sensor depth 2MP yang nyaris tak berguna di generasi sebelumnya. Ini merupakan peningkatan fungsional yang sangat dinanti, terutama bagi penggemar fotografi lanskap atau arsitektur.

Kemampuan perekaman video pun ditingkatkan: kamera belakang kini mampu merekam video 4K pada 30 fps, sementara kamera depan mendukung 1080p pada 60 fps—cukup untuk konten creator pemula hingga menengah.

Namun, Cupu memberikan catatan penting: perpindahan lensa saat merekam video tidak bisa dilakukan secara real-time. Fitur ini memang masih menjadi kelemahan umum di banyak smartphone mid-range, tapi tetap saja mengganggu bagi pengguna yang kerap beralih antara wide dan ultrawide dalam satu sesi syuting.

Software: HyperOS 2 dengan Sentuhan AI, Tapi Masih Ada Iklan
Poco M8 Pro 5G datang dengan HyperOS 2 berbasis Android 15, membawa sejumlah fitur baru termasuk AI-powered photo editing yang cukup canggih untuk kelasnya. Antarmuka terasa lebih ringan dan responsif dibanding MIUI versi lama.

Namun, seperti kebanyakan perangkat Xiaomi, bloatware dan iklan dalam sistem masih ada. Meski sebagian besar aplikasi bawaan bisa di-uninstall, keberadaan iklan di pengaturan atau aplikasi sistem tetap menjadi gangguan—terutama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman bersih tanpa promosi.

“Kalau anti iklan, ini jelas jadi catatan penting,” tegas Cupu dalam ulasannya.

Harga Naik Drastis—Apa Penyebabnya?
Inilah inti dari semua perbincangan: harga. Di pasar Singapura, varian 8GB RAM + 256GB penyimpanan dibanderol sekitar SGD 349 (±Rp4,5 juta)—naik hampir SGD 60 dibanding Poco M7 Pro 5G. Lonjakan ini memicu spekulasi luas di kalangan komunitas tech.

Apakah kenaikan ini murni akibat kelangkaan global komponen RAM, atau justru strategi sadar dari Poco untuk menggeser positioning produknya ke segmen yang lebih tinggi?

Cupu sendiri berpendapat bahwa ini adalah kombinasi keduanya. “Bukan cuma harga yang naik, spek dan level produk juga naik,” katanya. Dengan kata lain, Poco M8 Pro 5G bukan lagi sekadar ponsel murah—tapi smartphone mid-range yang ingin bersaing dengan Redmi Note Pro atau bahkan Realme GT Neo series.

Potensi di Pasar Indonesia: Kompetitif atau Terlalu Mahal?
Ketika nanti resmi meluncur di Indonesia, Poco M8 Pro 5G diprediksi akan menjadi salah satu opsi paling kompetitif di rentang harga Rp4–5 jutaan—asalkan strategi penetapan harga lokal tidak terlalu agresif.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya