Bitcoin Melonjak ke Level Tertinggi Sejak Pertengahan November, Tembus US$96 Ribu: Apa yang Memicu Rally Ini?
bit-pixabay-
“Jika tren ini berlanjut, BTC berpeluang menyentuh rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average), yang saat ini berada di US$106.115,” ungkap Tony Sycamore, Analis Senior di IG Australia. “Level tersebut bisa menjadi batu loncatan menuju fase bull market berikutnya.”
Geopolitik dan Regulasi: Dua Sisi Mata Uang yang Sama
Di luar faktor ekonomi, tekanan geopolitik global turut memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset safe haven non-sovereign. Ketegangan yang memburuk di Venezuela, kerusuhan sosial di Iran, serta debat sengit mengenai otonomi The Fed menciptakan lingkungan yang ideal bagi aset desentralisasi.
Selain itu, keputusan terbaru MSCI—penyedia indeks investasi global ternama—untuk menunda rencana penghapusan perusahaan dengan eksposur kripto tinggi (seperti Strategy Inc.) dari indeks utamanya juga dianggap sebagai kabar baik. Langkah ini menunjukkan bahwa integrasi kripto ke dalam sistem keuangan tradisional masih berlangsung, meski dengan kehati-hatian.
“Kita sedang menyaksikan aliran berita positif yang konsisten,” kata Joshua Lim, Kepala Pasar Global di FalconX. “Dari geopolitik hingga regulasi, semuanya berkontribusi pada narasi bahwa Bitcoin bukan lagi sekadar spekulasi—tapi bagian dari strategi diversifikasi modern.”
Apa Artinya bagi Investor Indonesia?
Bagi investor lokal, rally global ini menjadi pengingat penting: volatilitas kripto tetap tinggi, tetapi potensi imbal hasilnya juga luar biasa. Dengan rupiah yang relatif stabil terhadap dolar AS akhir-akhir ini, akses ke instrumen seperti ETF Bitcoin melalui platform internasional atau produk derivatif lokal semakin terbuka.
Namun, para ahli tetap menyarankan pendekatan hati-hati. “Jangan FOMO (fear of missing out),” tegas d’Anethan. “Pahami risikonya, alokasikan hanya sebagian kecil portofolio, dan fokus pada horizon investasi jangka menengah hingga panjang.”