IHSG Anjlok Tajam 2,29%: Euforia Pagi Berubah Jadi Aksi Jual Massal di Sore Hari

IHSG Anjlok Tajam 2,29%: Euforia Pagi Berubah Jadi Aksi Jual Massal di Sore Hari

saham-pixabay-

Reaksi Pelaku Pasar dan Proyeksi Jangka Pendek
Pelaku pasar terlihat terkejut dengan laju penurunan yang begitu cepat. “Saya baru saja tutup posisi beli pagi tadi, eh sore langsung drop segini. Ini warning keras buat yang overconfident,” kata Dina Wijaya, trader retail dari Surabaya.

Sementara itu, proyeksi jangka pendek IHSG cenderung sideways-to-down. Beberapa analis memperkirakan indeks akan berkonsolidasi di kisaran 8.700–8.900 dalam beberapa hari ke depan, menunggu arah kebijakan suku bunga global dan data ekonomi domestik terbaru.



Namun, tak semua pandangan pesimistis. Ada pula yang melihat koreksi ini sebagai peluang emas untuk akumulasi saham-saham fundamental kuat. “Kalau Anda investor jangka panjang, ini saat yang tepat untuk masuk. IHSG masih relatif murah dibanding valuasi historisnya,” tambah Rizky.

Baca juga: Sinopsis Film Jepang Saikai: Silent Truth (2026) Sub Indo di Netflix Bukan LK21: Ketika Cinta Lama Bertemu Misteri yang Tak Pernah Mati

Apa yang Harus Diwaspadai Investor?
Bagi investor ritel, fluktuasi tajam seperti ini menjadi pengingat penting untuk tidak terbawa euforia jangka pendek. Diversifikasi portofolio, manajemen risiko, dan pemahaman mendalam terhadap fundamental emiten tetap menjadi kunci utama bertahan di tengah volatilitas pasar.


Di sisi lain, otoritas pasar seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI diharapkan terus memantau stabilitas sistem keuangan, terutama jika tekanan jual berlanjut hingga sesi penutupan.

Penutup: Volatilitas Awal Tahun, Ujian bagi Strategi Investasi
Penurunan tajam IHSG pada Senin ini menjadi cerminan nyata bahwa pasar keuangan tak pernah tidur—dan selalu siap menguji disiplin serta strategi para pelakunya. Di tengah optimisme awal tahun 2026, koreksi ini justru bisa menjadi momentum refleksi: apakah keputusan investasi kita didasarkan pada emosi sesaat atau analisis yang matang?

Satu hal pasti: dalam dunia investasi, yang bertahan bukanlah yang paling agresif, tapi yang paling bijak.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya