Profil Tampang Sherly Istri AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra yang Resmi Menjabat Kapolres Demak, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Arrizal-Instagram-
Profil Tampang Sherly Istri AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra yang Resmi Menjabat Kapolres Demak, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Pergantian kepemimpinan di jajaran kepolisian kerap menjadi momen penting yang menandai babak baru dalam dinamika pelayanan publik dan penegakan hukum. Di tengah serangkaian mutasi perwira menengah Polri yang digelar secara serentak, Kabupaten Demak kini menyambut sosok baru yang siap membawa angin segar bagi institusi kepolisian setempat: Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arrizal Samelino Gandasaputra, S.H., S.I.K., M.Si.
Upacara serah terima jabatan (sertijab) 32 perwira menengah Polri berlangsung khidmat pada Senin, 12 Januari 2026, di Gedung Borobudur Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah. Dari total 32 perwira tersebut, 13 di antaranya ditugaskan sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di berbagai wilayah—dan salah satunya adalah AKBP Arrizal, yang resmi menggantikan AKBP Ari Cahya Nugraha, S.H., S.I.K., M.Si., setelah masa bakti selama 1 tahun, 5 bulan, dan 15 hari.
Namun, sebelum resmi menjabat, AKBP Arrizal telah menunjukkan sikap rendah hati dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai lokal. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, dua hari sebelum pelantikan, ia bersama mantan Kapolres Demak melakukan silaturahmi ke sejumlah ulama dan tokoh agama di wilayah Demak. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan sekaligus permohonan doa restu dari masyarakat, khususnya para pemuka spiritual yang memiliki pengaruh besar di kota bersejarah tersebut.
Jejak Karier yang Menanjak: Dari Muaro Jambi Hingga Markas Besar Polri
Lahir di Cirebon pada 9 November 1985, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra adalah putra Sunda yang tumbuh dengan semangat disiplin dan integritas tinggi. Ia memulai karier kepolisiannya di Polres Muaro Jambi, sebuah langkah awal yang menempa dirinya dalam dinamika keamanan daerah rawan konflik. Tak lama setelah itu, ia dipindahkan ke Polda Banten, di mana ia mulai menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang matang.
Perjalanan profesionalnya mencapai titik penting antara 2021 hingga 2026, ketika ia ditempatkan di Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Markas Besar. Di sana, ia tidak hanya mengelola aspek administratif, tetapi juga terlibat aktif dalam reformasi internal institusi. Bahkan, ia sempat ditugaskan sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Transformasi Polri, sebuah inisiatif strategis yang digagas langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Satgas ini bertujuan mempercepat transformasi budaya organisasi Polri—dari birokratis menjadi lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Peran AKBP Arrizal dalam satgas tersebut menunjukkan bahwa ia bukan hanya figur operasional, tetapi juga pemikir strategis yang peduli pada masa depan institusi kepolisian Indonesia.
Riwayat Pendidikan: Intelektualitas yang Mengakar Kuat
Jejak pendidikan AKBP Arrizal mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu dan profesionalisme. Ia memulai perjalanan akademiknya di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2002, tepatnya di Batalyon 38 Setia, dan lulus pada 2006 sebagai perwira polisi muda.
Namun, hasratnya terhadap ilmu pengetahuan tak berhenti di situ. Pada 2012, ia melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta. Skripsinya yang berjudul “Aktualisasi Sistem Pengamanan Fisik PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat” tidak hanya menunjukkan kedalaman analisisnya terhadap isu keamanan infrastruktur vital, tetapi juga relevansinya dengan konteks nasional. Gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.) pun berhasil diraihnya.
Tak puas sampai di situ, pada 2017, ia mengambil program magister di Universitas Indonesia melalui Program Studi Kajian Ilmu Kepolisian. Lulus pada periode 2018/2019, ia meraih gelar Magister Sains (M.Si.), menambah bobot intelektual yang akan ia bawa ke berbagai jabatan strategis.
Langkah selanjutnya dalam pembentukan kepemimpinannya terjadi pada April 2022, saat ia mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri—sebuah pendidikan wajib bagi perwira menengah yang dipersiapkan untuk jabatan strategis. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2023, Sespimmen bertujuan membentuk perwira yang memiliki kemampuan manajerial tingkat menengah serta kapasitas sebagai staf profesional yang visioner.