Khutbah Jumat Terakhir Rajab 1447 H Jatuh pada 16 Januari 2026: Simak Jadwal, Amalan Sunnah, dan Doa yang Dianjurkan

Khutbah Jumat Terakhir Rajab 1447 H Jatuh pada 16 Januari 2026: Simak Jadwal, Amalan Sunnah, dan Doa yang Dianjurkan

masjid-xegxef/pixabay-

Khutbah Jumat Terakhir Rajab 1447 H Jatuh pada 16 Januari 2026: Simak Jadwal, Amalan Sunnah, dan Doa yang Dianjurkan

Bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, dikenal sebagai salah satu dari empat asyhurul hurum atau bulan-bulan suci dalam Islam. Di tengah kesakralannya, umat Muslim kerap mencari tahu kapan momen-momen istimewa terjadi—salah satunya Jumat terakhir di bulan Rajab. Tahun ini, tepatnya pada 1447 Hijriah, Jumat terakhir Rajab diprediksi jatuh pada 16 Januari 2026. Namun, bagaimana latar belakang penetapan tanggal tersebut? Apa saja amalan dan doa yang dianjurkan? Dan apakah benar peristiwa Isra Mi’raj bertepatan dengan hari itu?



Mari kita kupas tuntas dalam artikel ini—dengan pendekatan jurnalistik yang informatif, mudah dipahami, serta ramah SEO untuk pembaca Muslim di Indonesia.

Kapan Tepatnya Jumat Terakhir Rajab 1447 H?
Penetapan awal bulan Rajab setiap tahun kerap menjadi sorotan karena adanya perbedaan metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan hilal) yang digunakan oleh berbagai ormas Islam di Tanah Air. Tahun ini pun tak lepas dari dinamika tersebut.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama, bersama Muhammadiyah, sepakat menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU), melalui Lembaga Falakiyah-nya, menetapkan awal Rajab pada Senin, 22 Desember 2025, berdasarkan prinsip istikmal—yaitu menyempurnakan hitungan bulan sebelumnya (Jumadil Akhir) menjadi 30 hari jika hilal tidak terlihat.


Meski terjadi perbedaan di awal bulan, semua pihak sepakat bahwa Jumat terakhir Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Hal ini dikonfirmasi baik oleh Kalender Hijriah Resmi Kemenag RI, Almanak Muhammadiyah, maupun Almanak Falakiyah PCNU Kabupaten Bojonegoro.

Dengan demikian, umat Islam di seluruh Indonesia dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk memanfaatkan momen spiritual ini dengan amalan-amalan yang dianjurkan para ulama.

Mengapa Jumat Terakhir Rajab Dianggap Istimewa?
Secara syar’i, tidak ada dalil shahih yang secara eksplisit menyebut keutamaan khusus Jumat terakhir Rajab. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Tabyinul ‘Ajab menegaskan:

“Tidak ada satu hadits shahih pun yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak puasanya, tidak pula puasa khusus di hari tertentu, dan tidak pula sholat malam di malam yang khusus.”

Namun, karena Rajab termasuk asyhurul hurum, maka segala bentuk ibadah di dalamnya—termasuk di hari Jumat—memiliki nilai lebih dibanding bulan biasa. Hari Jumat sendiri disebut sebagai “sayyidul ayyam” (pemimpin hari-hari) dalam Islam, sehingga menggabungkan keutamaan dua momen sakral ini menjadi peluang emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan yang Diajarkan Ulama untuk Jumat Terakhir Rajab
Meski tidak ada amalan wajib atau sunnah khusus yang ditetapkan Nabi Muhammad SAW untuk Jumat terakhir Rajab, para ulama belakangan menganjurkan beberapa dzikir dan doa sebagai bentuk taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah).

Salah satu amalan populer berasal dari Syaikh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri, seorang ulama besar dari Hadramaut. Beliau menganjurkan umat Islam untuk membaca kalimat berikut sebanyak 35 kali saat khutbah kedua shalat Jumat:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
(Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh)
Artinya: "Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah."

Kalimat ini bukanlah doa baru, melainkan bentuk pengukuhan keyakinan terhadap kenabian Muhammad SAW—yang memiliki dua nama mulia: Muhammad (yang terpuji) dan Ahmad (yang paling terpuji). Membacanya dengan khusyuk dianggap sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah dan permohonan syafaat di hari akhir.

Perlu dicatat: amalan ini bersifat anjuran (mustahabb), bukan kewajiban. Umat Islam tetap dianjurkan untuk tidak menganggapnya sebagai ibadah baku yang harus dilakukan, apalagi meyakini bahwa tanpa amalan ini pahala Jumat tidak sempurna.

Doa dan Amalan Umum di Hari Jumat yang Tak Boleh Dilupakan
Selain amalan khusus di atas, ada sederet ibadah sunnah yang sangat dianjurkan setiap hari Jumat, terlebih di bulan Rajab:

Membaca Surah Al-Kahfi
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya dari bawah kakinya hingga ke langit.” (HR. Al-Hakim)

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya