Harga Tembaga Mendekati Rekor Tertinggi: Kekhawatiran Pasokan dan Dolar Melemah Picu Lonjakan Harga Logam Dasar

Harga Tembaga Mendekati Rekor Tertinggi: Kekhawatiran Pasokan dan Dolar Melemah Picu Lonjakan Harga Logam Dasar

tembaga-pixabay-

Pada pukul 11.14 waktu Shanghai, harga tembaga di LME tercatat naik 0,9% menjadi US$13.116,50 per ton. Sementara itu, aluminium menguat 0,7%, mendekati level tertinggi sejak April 2022—masa ketika invasi Rusia ke Ukraina pertama kali mengguncang pasar logam. Timah bahkan mencatat kenaikan spektakuler lebih dari 3%, sehingga secara akumulatif telah naik 16% sejak awal tahun.

Implikasi bagi Indonesia dan Industri Dalam Negeri
Bagi Indonesia—yang merupakan salah satu produsen tembaga terbesar di Asia Tenggara—kenaikan harga global ini membawa kabar baik sekaligus tantangan. Di satu sisi, pendapatan ekspor dari tambang tembaga seperti Freeport Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan. Namun, di sisi lain, industri manufaktur dalam negeri yang bergantung pada impor tembaga mentah atau semi-olahan bisa menghadapi tekanan biaya produksi.



Baca juga: Kebocoran Data Instagram: 17,5 Juta Pengguna Terancam, Informasi Pribadi Beredar di Dark Web

Pemerintah didorong untuk mempercepat hilirisasi mineral, termasuk pengembangan smelter tembaga domestik, agar Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi juga pemain utama dalam rantai nilai logam strategis global.

Outlook Jangka Pendek: Volatilitas Masih Mengintai
Meski sentimen pasar saat ini sangat bullish, para pelaku pasar tetap waspada. Ketegangan geopolitik, kebijakan perdagangan AS yang belum pasti, serta risiko perlambatan ekonomi di Tiongkok masih menjadi faktor pengganggu. Namun, selama dolar AS tetap lemah dan kebijakan moneter global cenderung longgar, tembaga dan logam dasar lainnya diprediksi akan tetap berada dalam zona penguatan dalam beberapa pekan ke depan.


Bagi investor ritel maupun institusional, momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi, aset fisik seperti logam masih menjadi benteng yang andal—baik sebagai lindung nilai maupun instrumen investasi jangka panjang.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya