Profil Tampang Alvaro Arbeloa Pelatih Baru Real Madrid yang Gantikan Xabi Alonso, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram
Alvaro-Instagram-
Profil Tampang Alvaro Arbeloa Pelatih Baru Real Madrid yang Gantikan Xabi Alonso, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram
Dunia sepak bola Spanyol kembali dikejutkan dengan keputusan besar dari Real Madrid. Setelah kepergian Xabi Alonso yang menuai pro dan kontra, klub raksasa ibu kota Spanyol itu resmi menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih anyar tim utama. Keputusan ini bukan sekadar pergantian kursi pelatih biasa—ini adalah panggilan pulang bagi seorang putra akademi yang tahu betul arti memperjuangkan warna putih.
Dari Zaragoza ke Santiago Bernabéu: Awal Perjalanan Seorang Loyalis
Meski identik dengan Real Madrid, perjalanan Arbeloa dalam dunia sepak bola tidak dimulai di Valdebebas. Ia pertama kali menimba ilmu di akademi Real Zaragoza, klub yang menjadi batu loncatannya sebelum akhirnya bergabung dengan akademi La Fábrica pada usia 18 tahun di tahun 2001. Di sanalah benih loyalitasnya terhadap Madrid mulai tumbuh.
Arbeloa naik ke tim utama pada 2004 setelah menunjukkan performa konsisten di tim muda. Namun, persaingan sengit di lini belakang—dengan nama-nama seperti Roberto Carlos, Michel Salgado, dan Sergio Ramos—membuatnya kesulitan mendapatkan tempat reguler. Pada Juli 2006, Madrid memutuskan melepasnya ke Deportivo La Coruña, langkah yang awalnya dianggap sebagai akhir hubungan antara Arbeloa dan klub impiannya.
Petualangan di Inggris dan Kepulangan yang Manis
Namun, takdir berkata lain. Hanya enam bulan membela Deportivo, Arbeloa menarik perhatian Rafael Benítez dan direkrut Liverpool pada Januari 2007. Di Anfield, ia menjadi bagian penting dari sistem defensif The Reds, bermain di berbagai posisi—bek kanan, bek kiri, bahkan sebagai gelandang bertahan—menunjukkan fleksibilitas taktis yang jarang dimiliki pemain modern.
Performa apiknya di Liga Inggris membuat Madrid terkesan. Pada Juli 2009, Florentino Pérez yang baru kembali memimpin klub langsung membawanya pulang. Masa kedua Arbeloa di Madrid jauh lebih gemilang. Selama tujuh musim (2009–2016), ia mencatatkan 238 penampilan dan menyumbang enam gol, serta menjadi bagian dari era keemasan yang menghadirkan delapan trofi mayor—termasuk dua gelar Liga Champions (2014, 2016) dan satu LaLiga (2011/12).
Tak hanya di level klub, Arbeloa juga merupakan pilar penting dalam generasi emas tim nasional Spanyol. Ia turut mengangkat trofi Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012—tiga gelar besar secara beruntun, prestasi yang belum pernah dicapai negara mana pun dalam sejarah sepak bola modern.
Gantung Sepatu dan Awal Karier Kepelatihan
Setelah meninggalkan Madrid pada 2016, Arbeloa menutup karier profesionalnya bersama West Ham United pada musim panas 2017. Namun, hatinya tetap tertambat di Bernabéu. Tiga tahun setelah pensiun, tepatnya pada 2020, ia kembali ke Madrid—bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih muda di akademi.
Perjalanan kepelatihannya dimulai dari tim U-14, lalu naik ke U-16, dan akhirnya dipercaya menangani tim U-19. Dedikasinya, visi taktis, serta pemahaman mendalam tentang filosofi Madrid membuatnya terus dipromosikan. Puncaknya datang pada Juni 2025, ketika manajemen menunjuknya sebagai pelatih Real Madrid Castilla, tim cadangan yang kerap menjadi batu ujian bagi calon pelatih masa depan El Real.
Catatan Impresif Bersama Castilla dan Momentum Naik Kelas
Di bawah asuhan Arbeloa, Castilla menunjukkan progres signifikan. Dari 19 pertandingan yang dijalani, ia mengoleksi 10 kemenangan, 1 hasil imbang, dan hanya menelan 8 kekalahan. Lebih dari sekadar angka, Arbeloa sukses menanamkan disiplin taktis, mental juara, dan identitas bermain yang selaras dengan DNA Madrid—cepat, ofensif, namun tetap solid di lini belakang.
Ketika Xabi Alonso memutuskan mundur karena tekanan hasil dan dinamika ruang ganti yang rumit, manajemen Madrid tidak ragu memilih Arbeloa sebagai penggantinya. Ini bukan keputusan emosional semata, melainkan hasil evaluasi panjang atas kompetensi, loyalitas, dan kemampuan memimpin yang telah ia tunjukkan selama lima tahun terakhir di struktur internal klub.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 13 Januari 2026: Antam Absen Lagi, UBS dan Galeri 24 Jadi Primadona