Swasembada Pangan Diumumkan, Tapi Harga Beras dan Komoditas Pokok Masih Bikin Dompet Jebol
Untuk ikan, harga kembung masih tertinggi di antara tiga jenis utama: Rp44.260/kg, diikuti tongkol (Rp35.814/kg) dan bandeng (Rp35.853/kg). Sementara daging sapi murni rata-rata Rp136.153/kg, sedikit di bawah HAP Rp140.000/kg—namun tetap terasa mahal bagi mayoritas masyarakat.
Menariknya, daging kerbau lokal justru lebih mahal daripada impor: Rp138.889/kg vs Rp106.698/kg. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi rantai pasok dan kebijakan impor yang berlaku.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 12 Januari 2026: Antam Absen Lagi, UBS dan Galeri 24 Jadi Andalan
Komoditas Pokok Lain: Tepung, Gula, Garam, dan Kedelai
Harga tepung terigu—bahan dasar roti, mie, dan kue—masih stabil: Rp12.958/kg untuk kemasan dan Rp9.464/kg untuk curah. Sementara gula konsumsi dijual Rp17.977/kg, dan garam konsumsi Rp11.252/kg, keduanya dalam batas wajar.
Namun, kedelai biji kering impor mengalami penurunan signifikan: Rp10.742/kg, turun 10,48% dari hari sebelumnya. Penurunan ini bisa jadi kabar baik bagi produsen tempe dan tahu, yang selama ini kesulitan akibat fluktuasi harga kedelai global.
Penutup: Swasembada Harus Dirasakan Rakyat, Bukan Hanya Diumumkan
Pencapaian swasembada pangan memang patut diapresiasi sebagai langkah strategis menuju kedaulatan pangan nasional. Namun, selama harga-harga pokok masih melambung—terutama di wilayah terpencil—dan akses terhadap pangan murah belum merata, maka swasembada hanya akan terasa seperti retorika politik bagi sebagian besar rakyat.
Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar: menjembatani jurang antara produksi dan konsumsi. Tanpa distribusi yang efisien, pengawasan harga yang ketat, serta kebijakan subsidi yang tepat sasaran, klaim kemandirian pangan berisiko kehilangan maknanya di mata masyarakat yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan dapur.
— Redaksi Ekonomi Nasional terus memantau perkembangan harga pangan dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Pantau terus laporan kami untuk analisis mendalam dan rekomendasi kebijakan.
Update Terbaru
Apa Pekerjaan Martinus Sudiryono? Ayah Kandung Syifa Hadju yang Resmi Menikah dengan El Rumi, Bukan Orang Sembarangan?
Selasa / 28-04-2026, 19:09 WIB
Profil Martinus Sudiryono Ayah Kandung Syifa Hadju yang Resmi Menikah dengan El Rumi: Umur, Agama dan IG
Selasa / 28-04-2026, 19:01 WIB
Euphoria Season 3 Episode 4 Tayang 4 Mei 2026, Konflik Baru Rue dan Cassie Makin Memanas
Selasa / 28-04-2026, 18:40 WIB
OPPO Find X9 Ultra Siap Tantang Flagship 2026 dengan Kamera 10x dan Baterai 7050 mAh
Selasa / 28-04-2026, 18:37 WIB
Prabowo lanjutkan kunjungan kerja ke Cilacap dan Banyumas usai menjenguk korban kecelakaan kereta
Selasa / 28-04-2026, 18:34 WIB
Link Baca Manhwa Eleceed Chapter 399 Bahasa Indonesia, Aksi Superpower yang Tetap Menarik
Selasa / 28-04-2026, 18:02 WIB
Link Baca Manhwa Eleceed Chapter 400 Bahasa Indonesia, Cek Update Terbaru di SIni
Selasa / 28-04-2026, 18:00 WIB
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Dugaan Gangguan Sinyal Diselidiki
Selasa / 28-04-2026, 17:51 WIB
Evaluasi Gerbong Khusus Perempuan di KRL Diusulkan Menteri PPPA Arifah Fauzi Dipindah ke Bagian Tengah
Selasa / 28-04-2026, 17:48 WIB
Prabowo Subianto Tinjau TPST BLE di Banyumas untuk Evaluasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Selasa / 28-04-2026, 17:45 WIB
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Dipicu Taksi Listrik Mogok di Perlintasan Ampera
Selasa / 28-04-2026, 17:42 WIB
Icha Putri Utami Terseret Isu Penipuan Investasi Rp88 Juta, Klaim Mahasiswi FK UI Dipertanyakan
Selasa / 28-04-2026, 17:41 WIB
Infinix Smart 20 Tawarkan Layar 120Hz dan Baterai Besar di Harga 1 Jutaan April 2026
Selasa / 28-04-2026, 17:27 WIB






