Ya Gusti Pengeran! Jejak Duka Diandra Gagal Raih Posisi Pertama, Inilah Acara TV dan Rating dengan Program Unggulan Hari ini 13 Januari 2026

Ya Gusti Pengeran! Jejak Duka Diandra Gagal Raih Posisi Pertama, Inilah Acara TV dan Rating dengan Program Unggulan Hari ini 13 Januari 2026

Jejak duka Diandra-Instagram-

Ya Gusti Pengeran! Jejak Duka Diandra Gagal Raih Posisi Pertama, Inilah Acara TV dan Rating dengan Program Unggulan Hari ini 13 Januari 2026

Di tengah gempuran platform streaming global dan konten digital yang tak pernah berhenti, televisi nasional Indonesia justru menunjukkan taringnya dengan menghadirkan sederet program orisinal yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh relung terdalam penonton. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi lima stasiun besar—Indosiar, SCTV, Trans7, RCTI, dan MNCTV (yang turut berkontribusi dalam ekosistem hiburan)—untuk membuktikan bahwa layar kaca masih relevan sebagai ruang refleksi sosial, eksplorasi emosi, dan ajang apresiasi budaya populer.



Dari sinetron romantis yang menyayat hati hingga talkshow interaktif yang menjawab rasa penasaran generasi digital, program-program terbaru ini berhasil mencuri perhatian lintas usia. Berikut ulasan mendalam tentang 10 tayangan unggulan yang sedang menjadi buah bibir di media sosial, ruang keluarga, hingga grup WhatsApp tetangga.

1. Indosiar – “Merangkai Kisah Indah”: Romantika yang Menyentuh Tanpa Drama Klise
Tayang perdana awal Januari 2026, Merangkai Kisah Indah langsung mencuri perhatian berkat pendekatan naratif yang segar dan visual yang estetis. Dibesut oleh rumah produksi SinemArt yang dikenal piawai merajut emosi, sinetron ini mengisahkan pertemuan dua insan dari latar belakang berbeda—seorang desainer bunga muda dan pewaris toko bunga tradisional—yang dipertemukan oleh takdir melalui warisan keluarga.

Alih-alih mengandalkan konflik artifisial seperti amnesia atau perselingkuhan, cerita ini fokus pada proses membangun kepercayaan, kesabaran, dan komunikasi dalam cinta. Setiap adegan dikemas bak lukisan hidup, dengan pencahayaan lembut dan komposisi warna pastel yang memperkuat nuansa romantis tanpa berlebihan. Dalam dua pekan pertama, Merangkai Kisah Indah langsung menembus lima besar rating harian Indosiar, menandai kembalinya tren sinetron berkualitas tinggi.


2. Indosiar – “BEST JUARA 2 VALEN DA7”: Nostalgia, Kolaborasi, dan Apresiasi untuk Bakat Lokal
Masih di bawah naungan Indosiar, program musik BEST JUARA 2 VALEN DA7 hadir sebagai kelanjutan sukses dari seri sebelumnya. Format kompetisi ini mengundang juara dari berbagai ajang pencarian bakat lintas generasi—mulai dari Indonesian Idol hingga D’Academy—dan menyatukan mereka dalam panggung kolaborasi yang penuh kejutan.

Episode spesial bertajuk “Valen DA7” menjadi sorotan utama ketika penyanyi dangdut muda Valen berduet dengan legenda musik era 90-an dalam aransemen modern yang menyentuh. Selain menghibur, program ini menjadi wadah apresiasi bagi talenta lokal yang kerap terpinggirkan oleh industri musik arus utama. Respons penonton, terutama Gen Z, sangat antusias. Banyak dari mereka mengaku terinspirasi oleh perjalanan para peserta yang penuh perjuangan namun tetap setia pada passion.

3. SCTV – “Beri Cinta Waktu”: Cinta yang Dewasa, Tanpa Drama Murahan
SCTV kembali menegaskan dominasinya di ranah sinetron percintaan lewat Beri Cinta Waktu. Serial ini mengeksplorasi dinamika hubungan pasangan muda yang harus menghadapi ujian waktu, jarak, dan tekanan sosial—tanpa mengandalkan plot twist murahan. Alih-alih, fokus cerita tertuju pada kedewasaan emosional, komunikasi terbuka, dan proses saling memahami.

Ditulis oleh penulis naskah ternama yang dikenal mampu menyentuh sensitivitas penonton, sinetron ini sukses menyasar demografi usia 20–35 tahun. Bahkan, tagar #BeriCintaWaktu sempat menduduki trending Twitter selama tiga hari berturut-turut setelah episode kelima tayang, menandakan resonansi kuat terhadap isu-isu relasional yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

4. SCTV – “Cinta Sedalam Rindu”: Epik Keluarga yang Menguras Air Mata
Bagi penonton yang mencari kedalaman emosional dan kompleksitas hubungan keluarga, Cinta Sedalam Rindu adalah jawabannya. Sinetron ini mengisahkan seorang ibu yang terpisah dari anak kandungnya selama dua dekade akibat intrik keluarga, kesalahpahaman, dan keputusan yang diambil dalam tekanan emosional.

Diperkuat oleh akting apik Naysila Mirdad dan Dude Harlino, serta skenario yang matang dan editing yang cermat, serial ini menjadi favorit penonton di atas usia 35 tahun. Tak heran jika topiknya kerap muncul di grup-grup WhatsApp keluarga, memicu diskusi tentang pengampunan, rekonsiliasi, dan arti sejati dari ikatan darah.

5. Trans7 – “Arisan”: Dramedy Sosial yang Menyindir Budaya Pamer
Berbeda dari format sinetron konvensional, Arisan yang ditayangkan Trans7 merupakan dramedy (drama-komedi) yang mengupas fenomena arisan sosial di kalangan urban. Lewat karakter-karakter unik—mulai dari ibu rumah tangga perfeksionis hingga influencer yang selalu ingin tampil sempurna—program ini mengkritik secara halus budaya pamer dan tekanan sosial di era digital.

Dengan dialog yang relevan dan humor segar, Arisan berhasil menarik penonton lintas usia. Banyak netizen mengaku melihat diri mereka sendiri dalam salah satu karakter, menjadikan serial ini sebagai cermin sosial yang menghibur sekaligus reflektif. Bahkan, istilah “arisan status” sempat viral di TikTok sebagai sindiran halus terhadap gaya hidup konsumtif.

6. SCTV – “Asmara Gen Z”: Cinta di Era Swipe Right dan Ghosting
Sebagai sinetron pertama di Indonesia yang secara eksplisit menggambarkan dinamika kencan online, Asmara Gen Z menjadi terobosan penting dalam representasi generasi muda. Mengikuti perjalanan seorang mahasiswa psikologi yang berusaha menyeimbangkan idealisme cinta dengan realitas dunia digital, serial ini mengangkat isu-isu seperti ghosting, love bombing, hingga tekanan untuk “trending” di media sosial.

Yang menarik, sinetron ini mendapat pujian dari psikolog remaja karena mampu menggambarkan tantangan emosional Gen Z tanpa terkesan menggurui. Soundtrack aslinya, yang dibawakan oleh artis indie lokal, juga viral di TikTok dan Spotify, menunjukkan sinergi kuat antara narasi dan musik.

7. Trans7 – “P.O.V Pasti Obrolan Viral”: Talkshow Interaktif ala Ruang Ngobrol Digital
Trans7 kembali membuktikan kepekaannya terhadap tren digital lewat P.O.V Pasti Obrolan Viral. Program talkshow interaktif ini mengundang selebriti, content creator, dan ahli sosial untuk membahas isu-isu viral dari berbagai sudut pandang—mulai dari skandal selebriti hingga fenomena budaya pop seperti “girl dinner” atau “quiet quitting”.

Format POV (Point of View)-nya membuat penonton merasa “ada di dalam percakapan”, seolah ikut duduk di meja obrolan. Setiap episode juga dilengkapi infografis dan data faktual, sehingga tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Program ini menjadi favorit Gen Z dan milenial yang haus konten kritis namun tetap santai.

8. SCTV – “Jejak Duka Diandra”: Representasi Trauma yang Sensitif dan Berani
Salah satu sinetron paling berani tahun ini, Jejak Duka Diandra, mengangkat isu trauma psikologis akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan emosional. Berkisah tentang seorang wanita muda yang berusaha membangun hidup baru setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang masa lalu, serial ini bekerja sama dengan lembaga kesehatan mental untuk memastikan representasi yang akurat dan sensitif.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya