Para pemain muda dipilih karena kemiripan karakter mereka dengan audiens target—mulai dari gaya bicara, fashion, hingga cara mereka berinteraksi di media sosial. Hasilnya? Penonton merasa “melihat diri sendiri” dalam cerita, sehingga keterikatan emosional pun terbangun dengan kuat.

Ini adalah strategi jitu SCTV untuk mempertahankan relevansi di tengah dominasi TikTok dan Instagram Reels.

7. Trans7 – “P.O.V Pasti Obrolan Viral”: Ngobrol Santai, Tapi Bikin Mikir
Tak hanya fokus pada drama dan komedi, Trans7 juga unggul dalam format talk show interaktif. “P.O.V Pasti Obrolan Viral” adalah program diskusi ringan yang mengupas tren viral di media sosial dari berbagai sudut pandang. Judul “P.O.V” (Point of View) mencerminkan semangat program ini: memberi ruang bagi beragam perspektif tanpa menghakimi.

Dibawakan oleh host yang energik dan narasumber dari berbagai latar belakang—mulai dari psikolog, content creator, hingga aktivis sosial—program ini sukses mengedukasi sekaligus menghibur. Topik yang dibahas selalu aktual, seperti fenomena selebgram, budaya cancel, hingga isu gender di ruang digital.

Bagi generasi muda yang ingin memahami dunia digital secara kritis, “P.O.V” adalah sahabat obrolan yang cerdas dan menyenangkan.

8. SCTV – “Jejak Duka Diandra”: Drama Psikologis yang Langka di Layar Kaca
Salah satu sinetron paling intens dari SCTV tahun ini adalah “Jejak Duka Diandra”. Berbeda dari kebanyakan sinetron yang mengandalkan konflik rumah tangga klise, serial ini mengeksplorasi trauma masa kecil, gangguan mental, dan proses penyembuhan melalui lensa dramatis yang sensitif.

Karakter Diandra digambarkan sebagai perempuan kuat yang berusaha bangkit dari luka masa lalu, dengan dukungan keluarga dan terapi profesional. Pendekatan ini langka di layar kaca Indonesia, sehingga “Jejak Duka Diandra” mendapat apresiasi luas dari komunitas kesehatan mental dan penonton yang menghargai representasi yang bertanggung jawab.