Siapa Satu Pasien Super Flu yang Meninggal di Bandung? Inilah Gejala Kritis yang Harus Diwaspadai

Siapa Satu Pasien Super Flu yang Meninggal di Bandung? Inilah Gejala Kritis  yang Harus Diwaspadai

tanda tanya-geralt/pixabay-

Kapan Harus ke Rumah Sakit?
Dr. Maureen Tierney, ketua Departemen Riset Klinis dan Kesehatan Masyarakat di Creighton University, memberikan panduan jelas:

“Jika gejala bertahan lebih dari 7–10 hari, memburuk setelah hari ke-7, atau muncul tanda darurat seperti sesak napas, segera cari pertolongan medis. Bahkan jika gejala terasa ‘ringan’ tapi tak kunjung hilang, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan.”



Baca juga: Profil Tampang Roby Tremonti Aktor yang Diduga Melakukan Grooming pada Aurelie Moeremans Hingga Membuat Buku Broken Strings: Umur, Agama dan Akun IG

Pencegahan Tetap Jadi Senjata Utama
Meski vaksin musim ini kurang optimal melawan subklade K, para ahli tetap menyarankan vaksinasi sebagai bentuk perlindungan parsial. Selain itu, langkah non-farmakologis tetap menjadi fondasi utama pencegahan:

Gunakan masker di ruang publik, terutama saat musim flu
Cuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik
Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut
Jaga jarak dari orang yang sedang sakit
Tingkatkan imunitas dengan pola tidur cukup, nutrisi seimbang, dan hidrasi optimal
Penutup: Waspada, Bukan Panik
Kematian satu pasien di Bandung menjadi pengingat bahwa “super flu” bukan sekadar isu viral di media sosial. Namun, dengan edukasi yang tepat, respons cepat, dan pencegahan konsisten, risiko serius dapat diminimalkan.


Seperti ditegaskan dr. Iwan, “Kita tidak perlu panik. Tapi kita harus waspada.” Di tengah musim flu yang lebih ganas ini, kesadaran kolektif dan tanggung jawab individu menjadi garda terdepan melindungi diri, keluarga, dan komunitas.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya