Berapa Biaya Motorbike Shoot di Chongqing? Benarkah Gak Nyampe Satu Juta?

Berapa Biaya  Motorbike Shoot di Chongqing? Benarkah Gak Nyampe Satu Juta?

Fuji-Instagram-


Berapa Biaya Motorbike Shoot di Chongqing? Benarkah Gak Nyampe Satu Juta?
Tren Motorbike Shoot di Chongqing, China—Berapa Biayanya dan Mengapa Banyak Wisatawan Tertarik?

Chongqing, kota megapolitan di barat daya Tiongkok yang terkenal dengan pemandangan urban futuristik ala cyberpunk, kini menjadi latar belakang favorit bagi konten kreatif di media sosial. Namun, bukan sekadar foto atau video biasa—tren terbaru yang sedang booming adalah “motorbike shoot”, yaitu sesi pemotretan atau perekaman video saat penumpang dibonceng motor melintasi jalanan kota yang eksotis.



Tren ini tidak hanya menarik perhatian netizen lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia. Bahkan, layanan profesional untuk membuat konten semacam ini telah berkembang pesat di Chongqing, lengkap dengan jasa fotografer, editor video, hingga penyewaan pakaian bergaya kekinian.

Dari Rednote ke Instagram: Kisah Viral Seorang Wisatawan Indonesia
Salah satu pengalaman yang menjadi sorotan berasal dari akun Instagram @monik.febriani. Melalui unggahan pribadinya, Monik menceritakan bagaimana ia memesan jasa motorbike shoot melalui platform populer di Tiongkok, Rednote (sejenis Xiaohongshu). Ia mengaku terkesan dengan kemudahan proses pemesanan dan profesionalisme penyedia jasa.

“Awalnya aku janjian lewat Rednote, dan ternyata di Chongqing banyak banget motor yang sudah mulai menawarkan layanan konten kreatif seperti ini,” tulis Monik dalam keterangan unggahannya.


Yang menarik, layanan ini tidak hanya menyediakan motor dan pengemudi, tetapi juga dua orang kru: satu sebagai pengemudi yang membawa penumpang, dan satu lagi sebagai videografer yang mengikuti dari motor lain untuk merekam setiap momen secara dinamis.

Pengalaman Syuting yang Terstruktur dan Aman
Meski terlihat spontan, proses pembuatan konten ini ternyata cukup terstruktur. Sebelum syuting dimulai, peserta diberikan briefing singkat mengenai pose-pose yang akan dilakukan selama di atas motor. Menurut Monik, ia diberikan tiga pilihan pose utama yang akan diarahkan langsung oleh tim kreatif di lokasi.

“Kita di-briefing pose dulu—dapat tiga pose, nanti dikasih arahan,” ungkapnya.

Selain itu, bagi yang ingin tampil lebih dramatis, tersedia opsi pose awal di mana penumpang digendong di depan pengemudi sebelum naik ke jok belakang. Pose ini menjadi favorit karena memberikan kesan romantis dan penuh aksi, apalagi dengan latar belakang gedung-gedung tinggi Chongqing yang menyala di malam hari.

Harga Terjangkau dengan Hasil Profesional
Salah satu alasan tren ini begitu diminati adalah harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan kualitas hasil akhirnya. Berdasarkan informasi dari Monik, berikut rincian paket yang ditawarkan:

Paket Premium (Pose Digendong + 3 Pose di Atas Motor)
Harga: Rp715.000
Fasilitas:
Pose awal digendong di depan pengemudi
Tiga variasi pose selama di atas motor
Rekaman video sinematik
Editing profesional (warna, transisi, musik latar)
Paket Reguler (Langsung Naik Motor + 3 Pose)
Harga: Rp475.000
Fasilitas:
Langsung naik motor tanpa pose gendong
Tiga pose dinamis selama perjalanan
Video mentah dan hasil edit
Menariknya, layanan ini juga menyediakan sewa pakaian bagi pelanggan yang ingin tampil maksimal tanpa repot membawa outfit khusus. Mulai dari dress elegan hingga jaket kulit bergaya biker, semuanya tersedia sesuai tema konten yang diinginkan.

Respons Publik: “Worth It Banget!”
Ulasan dari para pengguna di media sosial memperkuat reputasi layanan ini. Banyak yang menyebut bahwa harga yang ditawarkan sangat sepadan dengan kualitas visual dan pengalaman yang didapatkan.

“Worth it banget kak!” — @xy***9

“Bayanganku Rp2 jutaan, ternyata affordable!” — @hy***sy

“Rp800.000 hasil sebagus itu dengan taruhan nyawa... tapi seru banget!” — @ar****ah

Komentar-komentar tersebut tidak hanya menunjukkan kepuasan pelanggan, tetapi juga menggarisbawahi unsur adrenalin yang melekat dalam pengalaman ini—mengingat Chongqing dikenal dengan jalanan curam, terowongan bawah tanah, dan jembatan layang yang menantang.

Mengapa Chongqing Jadi Lokasi Ideal untuk Konten Kreatif?
Chongqing bukan sembarang kota. Arsitektur futuristiknya, kombinasi antara pegunungan, sungai, dan gedung pencakar langit, menjadikannya lokasi impian bagi para content creator. Kota ini bahkan kerap disebut sebagai “Blade Runner versi nyata” karena atmosfer cyberpunk-nya yang kuat—terutama di malam hari ketika lampu-lampu neon menyala.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya