Viral di Media Sosial, Belasan Yayasan di Platform KitaBisa Dituding Eksploitasi Pasien Anak untuk Galang Donasi Tanpa Izin
Kita bisa-Instagram-
Viral di Media Sosial, Belasan Yayasan di Platform KitaBisa Dituding Eksploitasi Pasien Anak untuk Galang Donasi Tanpa Izin
Platform penggalangan dana digital KitaBisa kembali menjadi sorotan publik menyusul munculnya dugaan praktik tidak etis oleh belasan yayasan yang terafiliasi dengannya. Kabar mengejutkan ini beredar luas di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter), setelah sejumlah orang tua mengaku kaget dan keberatan karena identitas anak-anak mereka digunakan tanpa persetujuan dalam kampanye donasi.
Isu ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun @5jangto pada Minggu, 4 Januari 2026. Dalam sebuah thread mendetail, akun tersebut mengungkap temuan mencurigakan terkait pola kampanye yang seragam di puluhan profil yayasan berbeda di bawah naungan KitaBisa. Thread tersebut kembali viral setelah diunggah ulang oleh akun menfess populer @tanyarlfes pada Kamis, 8 Januari 2026, dan hingga kini telah dilihat lebih dari 67.300 kali serta diretweet lebih dari 945 kali.
Pola Seragam, Diduga Satu Jaringan Terorganisir
Salah satu poin utama yang menimbulkan kecurigaan adalah kemiripan luar biasa dalam narasi, gaya penulisan (copywriting), serta foto kampanye yang digunakan oleh berbagai yayasan tersebut. Padahal, secara administratif, yayasan-yayasan ini terdaftar dengan alamat berbeda di berbagai kota di Indonesia.
“Seolah-olah dikendalikan oleh satu entitas, satu jaringan. Bagaimana mungkin belasan hingga puluhan yayasan, yang lokasinya tersebar di berbagai daerah, bisa memiliki deskripsi dan caption yang hampir identik?” tulis pemilik akun @5jangto, mengutip analisisnya terhadap ratusan halaman kampanye di KitaBisa.
Temuan ini memicu spekulasi kuat bahwa di balik keragaman nama dan lokasi, terdapat satu kelompok terorganisir yang memanfaatkan struktur yayasan independen untuk mengelabui sistem dan publik demi mengumpulkan donasi.
Eksploitasi Data Pasien Anak Tanpa Persetujuan Orang Tua
Lebih mengkhawatirkan lagi, sejumlah kasus mengungkap bahwa beberapa yayasan tersebut menggunakan identitas pasien—khususnya anak-anak—tanpa sepengetahuan atau izin dari keluarga mereka. Beberapa orang tua bahkan menyatakan kaget dan marah setelah mengetahui foto, nama lengkap, serta kondisi medis anak mereka diunggah sebagai bahan kampanye donasi.
Salah satu korban mengungkapkan rasa malu dan kekecewaannya:
“Pak, kami MALU. Padahal kami nggak meminta bantuan apa pun, apalagi di platform besar KitaBisa.com. Kami ndak ridho. Dikira kami meminta-minta, padahal kami tidak menerima dana seperak pun.”
Pernyataan ini bukan hanya menggambarkan pelanggaran privasi, tetapi juga menunjukkan potensi eksploitasi emosional terhadap kondisi kesehatan anak-anak yang rentan—demi menarik simpati donatur.
Tidak Semua Yayasan Salah, Tapi Praktik Ini Tak Bisa Dibiarkan
Pemilik akun @5jangto menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menstigmatisasi seluruh yayasan yang terdaftar di KitaBisa. Namun, berdasarkan bukti langsung dari keluarga korban, ia yakin bahwa sebagian yayasan memang terlibat dalam praktik penipuan dan eksploitasi nyata.
“Saya tidak menyimpulkan bahwa semua yayasan yang saya sebutkan adalah 100% penipuan. Namun, berdasarkan bukti langsung dari orang tua korban, saya pastikan beberapa di antaranya benar-benar menyalahgunakan data pasien untuk keuntungan pribadi,” tegasnya.
Respons publik terhadap isu ini pun sangat kritis. Netizen membanjiri kolom komentar dengan kecaman keras terhadap praktik yang dianggap memanfaatkan penderitaan orang lain demi keuntungan finansial.
“Sinting banget emang, musibah orang lain dijadiin ladang uang,” tulis salah satu warganet.
“Kalau betul, gileee... manusia-manusia ini kayak Dajjal aja, mainin uang donasi masuk kantong pribadi??” timpal yang lain.