Gibran Rakabuming Jawab Sindiran Pandji Pragiwaksono lewat Lagu dan Teknologi XR: Gas! untuk Industri Film Indonesia
Gibran-Instagram-
Antara Humor, Politik, dan Masa Depan Kreatif Indonesia
Respons Gibran terhadap “Mens Rea” menunjukkan matangnya strategi komunikasi seorang pemimpin muda di era digital. Di tengah tegangan antara dunia politik dan kritik seni, Gibran memilih jalan tengah yang elegan: mengakui keberadaan kritik, namun menawarkan solusi konkret.
Dengan menyoroti keberadaan studio XR yang canggih, Gibran tak hanya “menjawab” Pandji—ia sekaligus mengangkat martabat industri kreatif Indonesia, yang kerap dianggap remeh dalam kebijakan pembangunan nasional.
Langkah ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam transformasi digital, khususnya di sektor ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari 7% PDB nasional. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2025, sektor film dan animasi menjadi salah satu subsektor dengan pertumbuhan tertinggi, terutama setelah munculnya gelombang platform streaming lokal.
Penutup: “Gas!” untuk Indonesia Kreatif
Respons Gibran Rakabuming terhadap sindiran Pandji Pragiwaksono mungkin tak akan ditemukan di buku panduan politik konvensional. Namun justru di sinilah letak kekuatannya: komunikasi yang relevan, kontekstual, dan penuh makna di era media sosial.
Dengan memadukan humor, teknologi, dan kebijakan nyata, Gibran tidak hanya menunjukkan bahwa ia bisa “tertawa bersama kritik”, tetapi juga bertindak untuk masa depan.
Dan kalimat penutupnya—“Gas!”—bukan sekadar jargon. Itu adalah seruan semangat untuk seluruh insan kreatif Indonesia agar terus berkarya, berinovasi, dan menembus batas global.
Karena di balik setiap sindiran, ada peluang untuk membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya bisa bercanda—tapi juga bersaing.