Gibran Rakabuming Jawab Sindiran Pandji Pragiwaksono lewat Lagu dan Teknologi XR: Gas! untuk Industri Film Indonesia
Gibran-Instagram-
Gibran Rakabuming Jawab Sindiran Pandji Pragiwaksono lewat Lagu dan Teknologi XR: Gas! untuk Industri Film Indonesia
Di tengah riuhnya sorotan publik terhadap stand-up comedy terbaru Pandji Pragiwaksono berjudul “Mens Rea”, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memberikan respons yang tak biasa—namun penuh makna. Alih-alih merespons dengan pernyataan resmi atau klarifikasi panjang, Gibran memilih menyisipkan jawaban halus melalui unggahan Instagram pribadinya, lengkap dengan lagu karya Pandji sendiri: "Lagu Melayu".
Langkah ini langsung mencuri perhatian netizen dan memicu gelombang diskusi di media sosial. Banyak yang menilai langkah Gibran sebagai strategi komunikasi politik yang cerdas, sekaligus bentuk dukungan tak langsung terhadap industri kreatif Tanah Air—meski disisipi nada balasan yang halus terhadap sindiran dalam pertunjukan komedi tersebut.
Sindiran dalam “Mens Rea” dan Respons Tak Terduga Gibran
Dalam pertunjukan stand-up comedy-nya yang tayang awal Januari 2026, Pandji Pragiwaksono menyebut nama Gibran Rakabuming dengan ciri khas candaan tajamnya. Salah satu momen yang viral adalah ketika Pandji menirukan ekspresi Gibran yang “selalu terlihat ngantuk”—sebuah lelucon yang langsung memantik reaksi beragam di platform digital.
Namun, alih-alih menanggapi dengan emosi atau pembelaan, Gibran memilih pendekatan berbeda. Pada Jumat, 2 Januari 2026, melalui akun Instagram resminya @gibran_rakabuming, ia membagikan kunjungannya ke Doss Guava XR Studio, sebuah fasilitas produksi film berbasis teknologi Extended Reality (XR) yang berlokasi di Jakarta.
Dalam keterangan unggahannya, Gibran menulis:
“Mampir ke Doss Guava XR Studio, ruang film berbasis teknologi extended reality yang sangat membanggakan.”
Yang menarik, video tersebut diiringi oleh lagu "Lagu Melayu" karya Pandji Pragiwaksono—sebuah pilihan yang langsung ditangkap oleh warganet sebagai bentuk respons implisit terhadap sindiran dalam Mens Rea.
Respons Melalui Dukungan Industri Kreatif
Alih-alih terpancing provokasi, Gibran justru memperkuat pesannya tentang pentingnya dukungan pemerintah terhadap generasi muda dan insan kreatif. Dalam unggahan yang kini telah disukai lebih dari 300 ribu pengguna, Gibran menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan penguasaan teknologi mutakhir seperti XR adalah kunci kebangkitan perfilman nasional.
“Pemerintah harus mendorong generasi muda dan insan kreatif melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan inovasi semacam XR Studio, industri film Indonesia tak hanya mampu berkembang secara lokal, tetapi juga bersaing di pasar global—dari Hollywood hingga Bollywood.
“Saya yakin sekali, industri film Indonesia akan dapat tumbuh berkelanjutan serta mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya, menutup unggahan dengan kalimat ikonik: “Gas!”
Netizen Bereaksi: “Lagunya Panji Botak, Menyala Mas Wapres!”
Respons unik Gibran langsung viral di media sosial. Para netizen membanjiri kolom komentar dengan berbagai reaksi lucu, kritis, hingga penuh apresiasi.
“Lagunya Panji botak, menyala mas wapres,” tulis seorang pengguna dengan emoji api.
“Lagu Pandji nggak tuh?” tanya yang lain, seolah memastikan apakah Gibran sengaja memilih lagu tersebut sebagai respons.
“Lagu Panji, mantap mas Gibran. Respect buat yang bisa jawab sindiran dengan karya,” puji yang lain.
Perbincangan ini pun meluas ke Twitter dan TikTok, dengan tagar #GasFilmIndonesia dan #WapresPakeLaguPanji sempat masuk daftar trending nasional selama dua hari berturut-turut.
Banyak kreator konten mengapresiasi cara Gibran yang tak merespons dengan defensif, tapi justru mengalihkan fokus ke isu penting: masa depan industri kreatif Indonesia.