Kabinet Merah Putih Gelar Retret Evaluasi di Hambalang: Prabowo Selorot PKB, Harus Diawasi Terus!
Prabowo-Instagram-
Menatap Tantangan Global dengan Strategi Nasional
Selain evaluasi internal, Prabowo juga menyoroti dinamika geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak menentu. Krisis iklim, ketegangan perdagangan, fluktuasi harga energi, serta ketidakstabilan politik di sejumlah kawasan turut memengaruhi stabilitas dalam negeri.
“Kita harus memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia,” ujarnya. “Tidak ada negara yang bisa berdiri sendiri. Kita harus responsif, adaptif, tapi tetap berpegang pada prinsip kedaulatan dan kepentingan nasional.”
Oleh karena itu, ia meminta seluruh anggota kabinet untuk menyusun langkah-langkah konkret di tahun 2026, dengan target yang jelas, metrik yang terukur, dan komitmen yang kuat. “Jangan hanya bicara visi. Kita butuh aksi, hasil, dan dampak nyata,” tegasnya.
Kabinet Merah Putih: Dari Retret ke Aksi Nyata
Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah komitmen kolektif untuk memimpin Indonesia dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih merata. Dengan gaya kepemimpinan yang menggabungkan ketegasan, kehangatan, dan strategi jangka panjang, Prabowo tampaknya ingin membuktikan bahwa pemerintahannya bukan hanya tentang politik, tapi tentang pelayanan dan transformasi.
Dan di balik candaan soal “PKB yang harus diawasi terus”, tersirat pesan penting: di bawah kepemimpinan Prabowo, semua pihak—termasuk partai pendukung—harus siap diawasi, dievaluasi, dan terus diperbaiki demi kepentingan rakyat.
Sebab, di tahun 2026 ini, Indonesia tak lagi punya ruang untuk kesalahan. Yang ada hanyalah kesempatan emas untuk berubah—dan menjadi lebih hebat.