Kabinet Merah Putih Gelar Retret Evaluasi di Hambalang: Prabowo Selorot PKB, Harus Diawasi Terus!

Kabinet Merah Putih Gelar Retret Evaluasi di Hambalang: Prabowo Selorot PKB, Harus Diawasi Terus!

Prabowo-Instagram-

Kabinet Merah Putih Gelar Retret Evaluasi di Hambalang: Prabowo Selorot PKB, Harus Diawasi Terus!

Di awal tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto menggelar acara strategis yang sarat makna: Retret Kabinet Merah Putih, atau yang secara resmi disebut Taklimat Awal Tahun. Acara tersebut berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Tempat yang dipilih bukan tanpa alasan—lokasi ini dikenal sebagai pusat pelatihan dan pengembangan karakter, mencerminkan semangat introspeksi dan penyatuan visi yang menjadi inti dari pertemuan tersebut.



Acara ini bukan sekadar rapat kerja biasa. Ini adalah momen evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2025, sekaligus forum untuk menajamkan arah kebijakan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Namun, di balik nuansa serius tersebut, suasana retret justru dipenuhi dengan keluguan, tawa, dan kedekatan personal—khas gaya kepemimpinan Prabowo yang humanis namun tegas.

Candaan Politik yang Mencairkan Suasana
Salah satu momen paling viral dalam retret tersebut terjadi ketika Presiden Prabowo, dengan nada bercanda namun penuh makna, menyebut nama Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, langsung menjadi pusat perhatian.

“Ketua PKB ada? Pak PKB yang harus diawasi terus ini,” ujar Prabowo sambil tersenyum lebar.


Kalimat singkat itu langsung memancing tawa dari para menteri yang hadir. Cak Imin sendiri tak tinggal diam. Ia bangkit dari kursinya, tertawa terbahak-bahak, dan menanggapi dengan santai, “Siap diawasi, Pak Presiden!”

Interaksi tersebut tak hanya menunjukkan kedekatan personal antara Presiden dan jajaran kabinet, tetapi juga merefleksikan politik keterbukaan dan transparansi yang ingin ditegaskan Prabowo di awal masa pemerintahannya. Tidak ada ruang untuk komplikasi—semua harus diawasi, termasuk partai politik yang mendukung pemerintah.

Mengapa Hambalang? Simbol Penyatuan Visi dan Semangat Kebangsaan
Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan alasan memilih Padepokan Garuda Yaksa di Hambalang sebagai lokasi taklimat. Menurutnya, tempat ini memiliki nilai historis dan filosofis yang selaras dengan semangat persatuan dan ketangguhan bangsa.

“Saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di Hambalang, di Padepokan Garuda Yaksa, untuk memberi taklimat awal tahun,” kata Prabowo. “Ini bukan sekadar pertemuan administratif, tapi momentum untuk menyatukan kembali pemahaman, langkah, dan semangat seluruh jajaran pemerintahan.”

Tempat yang dulunya dikenal sebagai lokasi proyek kontroversial kini bertransformasi menjadi simbol rekonsiliasi dan konsolidasi nasional—sebuah pesan kuat bahwa pemerintah siap belajar dari masa lalu dan melangkah maju dengan integritas.

Evaluasi Mendalam: Cermin Kinerja Pemerintah 2025
Prabowo menegaskan bahwa agenda utama retret ini adalah evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih sepanjang 2025. Dalam satu tahun penuh sejak pelantikan, pemerintah telah menjalankan berbagai program strategis, mulai dari ketahanan pangan, reformasi birokrasi, hingga diplomasi ekonomi internasional.

“Pertimbangan saya mengumpulkan semua menteri hari ini adalah pertama untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu,” tegas Prabowo. “Apakah kita sudah on track? Apakah program-program kita benar-benar menyentuh rakyat? Apakah hasilnya sesuai target?”

Evaluasi ini, lanjutnya, bukan hanya soal angka dan laporan, tapi juga soal akuntabilitas dan kepercayaan publik. Di era informasi yang transparan, kinerja pemerintah tak bisa lagi disembunyikan—semua harus terukur, terbuka, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya