Viral di Media Sosial, Perawat Ini Beberkan 7 Alasan Bahaya di Balik Minuman Matcha yang Dikemas dalam Infus Medis
Matcha-Instagram-
Pakar hukum kesehatan, dr. Lina Maharani, mengatakan bahwa penggunaan alat kesehatan bekas untuk keperluan non-medis bisa melanggar UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, terutama pasal yang mengatur limbah medis berbahaya.
Etika vs. Inovasi: Di Mana Batasnya?
Fenomena “infus matcha” memang menunjukkan betapa bisnis kuliner saat ini berlomba-lomba menciptakan viral moment. Namun, para ahli menekankan bahwa inovasi tanpa tanggung jawab etis dan ilmiah justru berpotensi merugikan—baik secara kesehatan maupun sosial.
“Tren boleh kekinian, tapi tidak boleh mengorbankan prinsip kesehatan dan rasa empati,” tegas Rizal Do dalam unggahan lanjutannya. “Alat medis itu sakral bagi banyak orang. Jangan jadikan komoditas lucu-lucuan.”
Penutup: Saatnya Konsumen Lebih Kritis
Kasus ini menjadi pengingat penting: estetika tidak selalu berarti aman. Sebagai konsumen, kita perlu bertanya lebih dalam sebelum mengikuti tren—apalagi yang melibatkan bahan atau alat di luar konteks aslinya.
Sementara itu, pihak kafe belum memberikan pernyataan resmi. Namun tekanan publik terus meningkat, dan kemungkinan besar model pemasaran ini akan segera dihentikan—bukan karena tidak laku, tapi karena terlalu berisiko.
Bagi para pelaku usaha kuliner: berkreasi boleh, tapi jangan sampai mengorbankan keselamatan dan kepekaan sosial. Karena di balik setiap viral post, ada nyawa, ada trauma, dan ada tanggung jawab yang tak bisa dianggap main-main.