Apa Penyebab KH Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Pemimpin Pondok Pesantren Gontor, Benarkah Akibat Jantung?
Amal-Instagram-
Apa Penyebab KH Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Pemimpin Pondok Pesantren Gontor, Benarkah Akibat Jantung? di Usia 76 Tahun pada Sabtu, 3 Januari 2026
Dunia pendidikan dan keislaman Tanah Air berduka. Kabar duka menyelimuti Pondok Modern Darussalam Gontor menyusul wafatnya salah satu tokoh utamanya, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 12.14 WIB. Kabar ini pertama kali diumumkan melalui akun media sosial resmi PKS Ngawi, yang membagikan foto mendiang dengan ungkapan belasungkawa dan doa: “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.”
Ungkapan duka tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform digital, terutama di Twitter dan TikTok, memicu gelombang simpati dari kalangan akademisi, santri, alumni Gontor, hingga masyarakat umum yang mengenal reputasi intelektual dan ketokohannya. Banyak warganet menyebut kepergian KH Amal Fathullah sebagai “kehilangan besar bagi dunia pemikiran Islam kontemporer di Indonesia.”
Siapa Sebenarnya KH Amal Fathullah Zarkasyi?
Nama KH Amal Fathullah Zarkasyi mungkin tidak setenar para selebriti atau politisi nasional, namun di kalangan dunia pesantren dan akademisi Islam, namanya harum sebagai seorang cendekiawan Muslim yang mendalam, rendah hati, dan berdedikasi tinggi. Lahir di Gontor, Ponorogo, pada 4 November 1949, ia merupakan putra dari salah satu pendiri legendaris Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Imam Zarkasyi—salah satu dari “Tiga Serangkai Pendiri Gontor” bersama KH Ahmad Sahal dan KH Zainudin Fananie.
Sejak muda, Amal Fathullah dididik dalam lingkungan intelektual dan spiritual yang ketat. Ia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri, meraih gelar Master of Arts (M.A.) dan Doktor dalam bidang Ilmu Kalam dan Filsafat Islam. Keahliannya terutama terfokus pada pemikiran teologis Islam klasik dan modern, menjadikannya salah satu pakar Ilmu Kalam paling dihormati di Asia Tenggara.
Selama masa kepemimpinannya, KH Amal Fathullah dikenal sebagai sosok yang bijaksana, visioner, dan konsisten menjaga nilai-nilai Gontor: integritas, kesederhanaan, dan semangat pendidikan yang memadukan ilmu agama dan umum.
Jejak Kepemimpinan dan Kontribusi Akademik
Karier KH Amal Fathullah di dunia pendidikan dimulai dari bawah. Ia mengabdi di lingkungan Gontor sejak muda, baik sebagai pengajar maupun administrator. Antara tahun 2014 hingga 2020, ia menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, institusi pendidikan tinggi yang menjadi perpanjangan tangan filosofi pendidikan Gontor di tingkat universitas.
Pada 2020, ia ditunjuk menjadi Pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor, menggantikan generasi sebelumnya. Dalam posisi ini, ia tidak hanya mengelola ribuan santri, tetapi juga menjadi penjaga warisan intelektual dan spiritual tiga pendiri Gontor. Di bawah kepemimpinannya, Gontor terus memperkuat komitmennya terhadap pendidikan berbasis akhlak, kemandirian, dan pemikiran kritis.
Selain itu, KH Amal Fathullah juga aktif menulis. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain tentang epistemologi Islam, kritik terhadap sekularisme, dan reinterpretasi teks-teks klasik dalam konteks modern. Buku-bukunya menjadi rujukan di berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia dan luar negeri.
Detik-Detik Terakhir dan Lokasi Wafat
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, KH Amal Fathullah Zarkasyi sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Surakarta, beberapa hari sebelum wafat. Meski demikian, pihak keluarga maupun pengurus pondok belum mengungkapkan secara resmi penyebab pasti kematiannya.
Yang diketahui hanyalah bahwa beliau menghembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun, meninggalkan warisan intelektual dan spiritual yang tak ternilai. Jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Gontor, Ponorogo, pada hari yang sama, dihadiri ribuan pelayat dari berbagai penjuru Nusantara.
Kehidupan Pribadi: Siapa Istri dan Anak-Anaknya?
Meski dikenal luas sebagai tokoh publik di dunia pendidikan Islam, KH Amal Fathullah Zarkasyi dikenal sangat menjaga privasi kehidupan keluarganya. Informasi mengenai istrinya dan anak-anaknya memang sengaja tidak diekspos ke publik, sesuai dengan prinsip kesederhanaan yang dianut Gontor.
Namun, berdasarkan sumber internal pondok, istrinya merupakan sosok perempuan yang juga berasal dari lingkungan Gontor—seorang pendidik dan ibu rumah tangga yang aktif mendukung perjuangan suaminya dari balik layar. Sang istri kerap disebut sebagai “penjaga harmoni keluarga Zarkasyi,” yang memastikan bahwa nilai-nilai Gontor tetap hidup dalam kehidupan domestik.
Adapun mengenai anak-anaknya, meskipun nama mereka tidak diketahui secara luas, dikabarkan bahwa mereka mengikuti jejak ayah mereka dalam dunia pendidikan dan dakwah, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya bahkan menjadi pengajar di institusi Gontor, melanjutkan estafet perjuangan keluarga Zarkasyi.