Biodata Bryan Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Tereliminasi Bersama, Alifah, Rachel dan Ibnu

Biodata Bryan Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Tereliminasi Bersama, Alifah, Rachel dan Ibnu

Bryan-Instagram-

Biodata Bryan Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Tereliminasi Bersama, Alifah, Rachel dan Ibnu

Bryan dkk Tereliminasi di MasterChef Indonesia Season 13: Kisah Empat Koki Muda yang Gagal Menaklukkan “Api dan Air” Dunia kuliner tanah air kembali diguncang drama emosional dalam episode terbaru MasterChef Indonesia Season 13. Di layar kaca Minggu malam ini, empat peserta—Bryan Jethro Alexandro Ganda, Alifah Syamsul, Rachel Yunitasari Sanjaya, dan Mochammad Ibnu Sopian—harus mengucapkan perpisahan lebih awal dari kompetisi setelah gagal menaklukkan tantangan simbolis bertajuk “Api dan Air”. Episode yang penuh dengan ketegangan, kesedihan, dan kejutan ini tak hanya menguji keterampilan memasak, tetapi juga kedalaman pemahaman filosofis para kontestan terhadap elemen alam yang menjadi inti tantangan.



Sementara dua peserta lain, Mickey dan Angel, berhasil selamat—bahkan mencuri perhatian penonton dengan pengakuan perasaan mendadak yang dibalut drama personal yang tak terduga—keempat koki muda ini harus menerima kenyataan pahit: perjalanan mereka di MasterChef Indonesia berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Tantangan Filosofis yang Menjebak: Antara Konsep dan Eksekusi
Tantangan “Api dan Air” yang dihadirkan oleh juri ternama Chef Juna Rorimpandey, Chef Arnold Poernomo, dan Chef Renatta Moeloek memang bukan sekadar uji teknis memasak. Para peserta diminta menciptakan dua hidangan dalam satu piring: satu yang merepresentasikan api—energi, gairah, panas, dan intensitas—dan satu lainnya yang melambangkan air—ketenangan, kesegaran, kedalaman, serta kelancaran.

Namun, ternyata menjembatani ide abstrak tersebut ke dalam bentuk makanan nyata jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan. Banyak kontestan, termasuk keempat yang tereliminasi malam ini, terjebak dalam teknik tanpa menyampaikan makna—sebuah kesalahan fatal di mata para juri yang kini semakin menekankan narasi dalam kuliner.


Ibnu: Perjuangan Inspiratif yang Berakhir di Tengah Jalan
Mochammad Ibnu Sopian (27), peserta asal Rajeg, Banten, sebelumnya dikenal sebagai sosok pejuang sejati. Ia sempat viral di media sosial berkat kisahnya yang gagal di dua tantangan pertama fase bootcamp, namun tak menyerah. Di tantangan ketiga, ia akhirnya berhasil meraih posisi aman dan melangkah ke galeri MasterChef Indonesia Season 13.

Melalui unggahan Instagram-nya, Ibnu menulis penuh semangat:

“After failing in my first and second challenges at the Masterchef boothcamp, finally in the third challenge I managed to get my safe position and entered the gallery MasterChef Indonesia season 13 @masterchefina.”

Sayangnya, dalam tantangan “Api dan Air”, Ibnu terlihat kebingungan. Ia memilih ikan bakar sebagai simbol api—pilihan yang sebenarnya tepat. Namun, untuk elemen air, ia menyajikan tumis kangkung yang terlalu kering, nyaris tanpa kuah atau kelembapan. Akibatnya, kontras antara “api” dan “air” tidak terasa—baik secara tekstur maupun rasa—sehingga juri menilai hidangannya gagal menangkap esensi tantangan.

Alifah: Tekanan Tinggi dan Spatula yang Nyaris Terbakar
Alifah Syamsul (29), seorang digital product manager asal Makassar, datang ke kompetisi dengan reputasi manajemen waktu yang baik. Namun, kenyataan di dapur MasterChef ternyata berbeda jauh dari dunia kerjanya yang terstruktur. Dalam usaha menyelesaikan hidangan tepat waktu, Alifah terlihat sangat terburu-buru—bahkan nyaris membakar spatulanya sendiri di atas kompor.

Hasil akhir masakannya, baik dari segi rasa maupun presentasi, dinilai tidak memenuhi standar juri. Meski memiliki latar belakang profesional yang canggih, tekanan tinggi dan minimnya pengalaman memasak di bawah pengawasan langsung menjadi batu sandungan yang tak mampu ia lewati malam itu.

Bryan dan Rachel: Potensi yang Belum Matang
Di antara keempat peserta yang tereliminasi, Bryan Jethro Alexandro Ganda (19) dan Rachel Yunitasari Sanjaya (26) adalah wajah-wajah termuda yang menunjukkan potensi besar, namun belum sepenuhnya matang secara teknis maupun konseptual.

Bryan, mahasiswa asal Manado, Sulawesi Utara, mengaku terlalu fokus pada teknik memasak hingga lupa menyisipkan makna filosofis dalam sajiannya. Meski memiliki kreativitas dan antusiasme tinggi, hidangannya dinilai “hampa narasi”—seakan hanya makanan biasa tanpa cerita di baliknya.

Sementara itu, Rachel, seorang bankir asal Surabaya yang biasa bekerja dengan presisi angka, justru terlihat ragu-ragu saat menentukan komposisi rasa dan tekstur. Ketidakpastian tersebut berimbas pada ketidakseimbangan hidangannya, yang gagal menciptakan harmoni antara elemen “api” dan “air”.

Keduanya sempat menunjukkan performa menjanjikan di episode-episode sebelumnya, namun tantangan kali ini membuktikan bahwa di level kompetisi elite seperti MasterChef Indonesia, bakat saja tidak cukup—diperlukan kedalaman, keberanian, dan kejelasan visi.

Profil Lengkap Bryan Jethro Alexandro Ganda
Nama Lengkap: Bryan Jethro Alexandro Ganda
Usia: 19 tahun
Asal Kota: Manado, Sulawesi Utara
Profesi: Mahasiswa
Akun Instagram: @bryan.mci13
Ciri Khas: Antusiasme tinggi, eksploratif, dan penuh semangat belajar
Perjalanan di MasterChef: Menunjukkan potensi besar di tantangan awal, tetapi terhenti di babak “Api dan Air” karena kurangnya kedalaman konseptual
Resonansi Sosial: Viralnya Kekecewaan dan Dukungan Netizen
Tak lama setelah episode tayang, nama keempat peserta—terutama Ibnu dan Bryan—menjadi trending di media sosial. Di Twitter dan TikTok, netizen membanjiri unggahan mereka dengan dukungan moral, kata-kata penyemangat, dan harapan agar mereka melanjutkan perjalanan kuliner di luar panggung MasterChef.

Baca juga: Profil Ibnu Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Harus Terelimasi Karena Tantangan Air dan Api: Umur, Agama dan Akun Instagram

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya