Profil Ibnu Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Harus Terelimasi Karena Tantangan Air dan Api: Umur, Agama dan Akun Instagram
Ibnu-Instagram-
Profil Ibnu Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Harus Terelimasi Karena Tantangan Air dan Api: Umur, Agama dan Akun Instagram
Kejutan di MasterChef Indonesia Season 13: Ibnu dan Tiga Koki Muda Harus Pamit Setelah Gagal Taklukkan Tantangan Filosofis “Api dan Air”
Minggu, 4 Januari 2026—Babak penyisihan awal MasterChef Indonesia Season 13 kembali menghadirkan drama emosional yang menyayat hati penonton. Dalam episode yang tayang hari ini, empat kontestan muda—Mochammad Ibnu Sopian, Alifah Syamsul, Bryan Jethro Alexandro Ganda, dan Rachel Yunitasari Sanjaya—harus mengucapkan selamat tinggal lebih awal setelah gagal memenuhi tantangan simbolis bertajuk “Api dan Air”. Tantangan ini bukan sekadar uji teknis, melainkan ujian mendalam terhadap kemampuan mereka mengekspresikan ide, emosi, dan filosofi lewat sajian kuliner.
Dua peserta yang berhasil melaju—Mickey dan Angel—justru mencuri perhatian dengan pengakuan pribadi yang sarat emosi dan momen dramatis yang tak terduga. Namun, sorotan utama malam ini jatuh pada keempat koki muda yang tereliminasi, terutama Ibnu, sosok inspiratif asal Banten yang perjuangannya sempat menjadi sorotan media sosial.
Tantangan “Api dan Air”: Lebih dari Sekadar Masak-Memasak
Dihadirkan oleh tiga juri utama—Chef Juna Rorimpandey, Chef Arnold Poernomo, dan Chef Renatta Moeloek—tantangan “Api dan Air” menguji kemampuan para peserta untuk menyajikan dua konsep berlawanan dalam satu piring. Di satu sisi, mereka harus menciptakan hidangan yang mewakili energi, panas, gairah, dan keberanian (api). Di sisi lain, mereka diminta menghadirkan sajian yang menggambarkan ketenangan, kesegaran, kedalaman, dan refleksi (air).
Namun, tantangan ini justru menjadi batu sandungan besar. Menurut Chef Juna dalam sesi penilaian, “Banyak dari kalian memahami konsep secara teoritis, tapi gagal mengeksekusinya secara emosional dan sensorik.” Benar saja, keempat kontestan yang tereliminasi malam ini—meski memiliki potensi teknis—tak mampu menangkap jiwa dari tantangan tersebut.
Mochammad Ibnu Sopian: Perjalanan Inspiratif yang Terhenti Lebih Awal
Di antara keempat peserta yang tereliminasi, nama Mochammad Ibnu Sopian paling menyedot perhatian publik. Pria berusia 27 tahun asal Rajeg, Banten, ini sebelumnya dikenal karena semangat pantang menyerahnya sejak fase bootcamp. Ibnu sempat gagal dalam dua tantangan awal, namun berhasil bangkit di tantangan ketiga dan lolos ke galeri MasterChef Indonesia Season 13.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ibnu.msopian, ia pernah menuliskan dengan penuh semangat:
“After failing in my first and second challenges at the MasterChef bootcamp, finally in the third challenge I managed to get my safe position and entered the gallery of MasterChef Indonesia Season 13 @masterchefina.”
Sayangnya, perjalanan inspiratifnya harus berhenti di babak penyisihan awal musim ini. Ibnu memilih ikan bakar sebagai representasi “api”—sebuah pilihan yang secara simbolis tepat. Namun, sajian “air”-nya berupa tumis kangkung yang terlalu kering tanpa kuah justru gagal menciptakan kontras yang dibutuhkan. Chef Renatta menilai, “Kangkungmu terlalu ‘panas’, tidak ada elemen kesegaran yang bisa menyeimbangkan rasa dan tekstur.”
Sebagai seorang freelance content creator, Ibnu dikenal kreatif dan penuh ide. Namun, dalam tekanan tinggi kompetisi kuliner nasional, ia tampak kehilangan arah saat harus menerjemahkan filosofi abstrak menjadi hidangan konkret.
Alifah Syamsul: Digital Product Manager yang Terjebak Tekanan Waktu
Alifah Syamsul, 29, seorang digital product manager asal Makassar, juga mengalami malam yang penuh tekanan. Meski dikenal memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik di dunia profesionalnya, Alifah justru terlihat panik dan terburu-buru di dapur MasterChef. Bahkan, dalam satu momen dramatis, spatulanya nyaris terbakar di atas kompor.
Masakannya—baik dari segi rasa maupun presentasi—tidak memenuhi standar juri. Chef Arnold menyayangkan hal ini: “Kami melihat potensimu, Alifah, tapi kamu terlalu fokus mengejar waktu hingga lupa menyajikan jiwa dalam masakanmu.”