Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Mengenal Sejarah Natal dari Perspektif Islam dan Menyikapinya dengan Bijak
masjid-pixabay-
Menyikapi Perayaan Umat Lain dengan Hikmah
Di penghujung khutbah, sang khatib menyerukan agar umat Islam tidak gegabah dalam menyikapi perayaan agama lain. Toleransi bukan berarti ikut merayakan atau mengakui doktrin yang bertentangan dengan Islam. Namun, hal itu tidak menghalangi kita untuk hidup berdampingan secara damai, selama prinsip akidah tetap dijaga.
“Kita bisa menjaga hubungan baik, saling membantu dalam urusan duniawi, namun tetap teguh dalam keyakinan. Itulah esensi toleransi menurut Al-Qur’an,” pungkasnya.
Baca juga: Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 5 - 11 Januari 2026
Khutbah ditutup dengan doa:
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ...
“Semoga Allah memberkahi kita semua melalui Al-Qur’an yang agung…”
Penutup: Refleksi di Awal Tahun 2026
Di awal tahun 2026 ini, penting bagi umat Muslim untuk kembali meneguhkan akidah sekaligus memperdalam pemahaman sejarah. Natal bukan hanya soal ucapan, tapi juga cerminan dari bagaimana kita memahami perbedaan, menjaga batas keyakinan, dan tetap menjadi pribadi yang santun dalam keberagaman.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15, di usia 40 tahun, seorang mukmin seharusnya telah matang dalam berpikir, bersikap, dan beramal—termasuk dalam menyikapi perayaan agama lain.
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku petunjuk untuk mensyukuri nikmat-Mu… dan beramal saleh yang Engkau ridai.”
Semoga di tahun ini, umat Islam semakin cerdas, berwawasan luas, dan teguh dalam iman—tanpa kehilangan akhlak mulia terhadap sesama.