Aceh Minta Bantuan Darurat ke UNICEF dan UNDP: Mengenal Peran Dua Lembaga PBB dalam Tanggap Bencana
Banjir-Instagram-
Saat itu, UNICEF membangun sekolah darurat, pusat kesehatan anak, dan sistem air bersih di ratusan desa yang hancur. UNDP, di sisi lain, memimpin inisiatif rehabilitasi ekonomi, pembangunan kembali infrastruktur publik, serta penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam perencanaan tata ruang yang tahan bencana.
Kini, dua dekade setelah tragedi itu, kolaborasi antara pemerintah Aceh dan lembaga PBB kembali mengemuka—mengingatkan kita bahwa kemitraan global tetap menjadi pilar penting dalam ketahanan bencana di wilayah rawan seperti Aceh.
Kolaborasi Multisektor: Kunci Pemulihan yang Berkelanjutan
Langkah Pemprov Aceh meminta bantuan kepada UNICEF dan UNDP mencerminkan kesadaran akan kompleksitas pemulihan pascabencana. Tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya lokal, apalagi ketika skala bencana melampaui kapasitas daerah.
Kolaborasi dengan lembaga internasional memungkinkan transfer pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik yang telah diuji di berbagai krisis global. Selain itu, dukungan dari PBB juga membuka akses ke jejaring donor multilateral dan bilateral, yang bisa mempercepat aliran dana dan logistik darurat.
Namun, keberhasilan respon bencana tidak hanya diukur dari kecepatan bantuan tiba, melainkan juga dari seberapa inklusif, adil, dan berkelanjutannya proses pemulihan—terutama bagi kelompok paling rentan.