TPA Cipeucang Ditutup Sementara, Sampah Menumpuk di Jalanan Tangsel: Warga Resah, Pemkot Berupaya Atasi Dampak

TPA Cipeucang Ditutup Sementara, Sampah Menumpuk di Jalanan Tangsel: Warga Resah, Pemkot Berupaya Atasi Dampak

Tpa--

Baca juga: KABAR DUKA! Adhya Pradjana Kakak Atalia Praratya Meninggal Dunia di Usia 55 Tahun pada Rabu, 17 Desember 2025

Tantangan Pengelolaan Sampah di Perkotaan
Krisis sampah yang terjadi di Tangsel bukanlah kasus unik. Berbagai kota besar di Indonesia menghadapi tantangan serupa: volume sampah terus meningkat, sementara kapasitas TPA semakin menipis. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan rata-rata 67,8 juta ton sampah per tahun, dan hanya sekitar 10% yang didaur ulang.



Dalam konteks ini, transformasi TPA Cipeucang menjadi PLTSa bisa menjadi terobosan penting—jika dikelola dengan baik. Bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengurangi, memilah, dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Menuju Kota Tangsel Bebas Sampah 2030?
Pemerintah Kota Tangsel telah menetapkan target ambisius: menciptakan kota yang bebas sampah pada tahun 2030 melalui program “Tangsel Zero Waste”. Proyek PLTSa Cipeucang adalah salah satu pilar utama dari target tersebut.

Namun, jalan menuju nol limbah bukan tanpa rintangan. Selain infrastruktur, perubahan perilaku masyarakat—seperti memilah sampah organik dan anorganik sejak di rumah—harus terus digalakkan. Edukasi publik dan keterlibatan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.


Sementara itu, Dinas LH Tangsel berjanji akan mempercepat proses renovasi dan mencari solusi alternatif untuk sementara waktu, termasuk kerja sama dengan TPA di wilayah tetangga.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya