TPA Cipeucang Ditutup Sementara, Sampah Menumpuk di Jalanan Tangsel: Warga Resah, Pemkot Berupaya Atasi Dampak
Tpa--
TPA Cipeucang Ditutup Sementara, Sampah Menumpuk di Jalanan Tangsel: Warga Resah, Pemkot Berupaya Atasi Dampak
Tangerang Selatan, 17 Desember 2025 – Sejumlah ruas jalan di kawasan Ciputat Raya dan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kini disesaki tumpukan sampah yang berserakan di tepi jalan. Pemandangan yang tak sedap dipandang ini memicu kekhawatiran warga sekitar, terutama karena bau menyengat yang menyebar hingga ke permukiman.
Penyebab utama penumpukan sampah tersebut adalah penutupan sementara Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang. Lokasi yang selama ini menjadi tujuan akhir pengangkutan sampah dari berbagai kecamatan di Tangsel kini tidak beroperasi karena sedang menjalani proses renovasi besar-besaran sebagai bagian dari rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Sampah Menumpuk Selama Seminggu
Berdasarkan pantauan di lapangan, truk sampah tidak lagi mengangkut limbah domestik ke TPA sejak sepekan terakhir. Akibatnya, tumpukan sampah rumah tangga—mulai dari plastik bekas, karung goni, sisa makanan, hingga barang elektronik rusak—teronggok begitu saja di titik-titik kumpul sampah sementara. Kondisi ini memperparah estetika ruang publik sekaligus mengancam kesehatan lingkungan.
Bau busuk yang menyengat tercium hingga radius ratusan meter dari lokasi penumpukan. Tidak hanya mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah yang dibiarkan terbuka juga berpotensi menjadi sarang nyamuk, tikus, dan vektor penyakit lainnya.
Upaya Darurat Pemkot Tangsel
Untuk meredam keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah penanganan darurat. Tumpukan sampah yang tidak bisa segera diangkut itu ditutupi terpal tebal, dan dilakukan penyemprotan cairan penghilang bau secara berkala.
“Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi,” ujar Kepala Dinas LH Tangsel, Bani Khosyatullah, dalam keterangan resmi yang dirilis Senin (15/12/2025).
Meski demikian, solusi tersebut bersifat sementara. Warga tetap meminta kejelasan mengenai kapan TPA Cipeucang akan kembali beroperasi normal, serta bagaimana pemkot mengelola limbah harian kota selama masa transisi ini.
Renovasi TPA Cipeucang Menuju PLTSa
Penutupan TPA Cipeucang bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Tangsel tengah melakukan revitalisasi besar-besaran di lokasi tersebut sebagai bagian dari komitmen jangka panjang mengatasi krisis sampah perkotaan. Proyek ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur TPA, tetapi juga mengubah paradigma pengelolaan limbah—dari sekadar “membuang” menjadi “mengolah dan menghasilkan energi”.
Beberapa pekerjaan utama yang sedang berlangsung antara lain:
Penerapan metode terasering di sepanjang anak Kali Cirompang untuk mencegah longsor,
Pembangunan bronjong penahan di landfill (area penimbunan sampah) 3,
Pembukaan akses jalan baru menuju landfill 4 guna mempermudah operasional logistik,
Pembebasan lahan untuk pembangunan Material Recovery Facility (MRF)—fasilitas pemilahan dan daur ulang sampah, dan
Persiapan teknis dan administratif untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau yang lebih dikenal sebagai PLTSa.
Dampak Sosial dan Harapan Warga
Bagi warga sekitar, proyek ini memang menjanjikan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa transisi harus dikelola dengan transparan dan penuh tanggung jawab.
“Kami mendukung pembangunan PLTSa, tapi jangan sampai warga jadi korban ketidaksiapan. Bau sampah ini sudah mengganggu tidur anak-anak kami,” keluh Rina Suryani, warga Serpong, saat ditemui di lokasi penumpukan.
Sementara itu, para pemulung dan pekerja informal yang biasa mencari nafkah di sekitar TPA juga terdampak. Mereka kini kehilangan akses ke sumber pendapatan harian karena area TPA ditutup total selama renovasi.