Profil Biodata Made Murniasih Istri Musisi Bali Nanoe Biroe yang Meninggal Dunia, Lengkap dari Umur, Agama dan IG
Made-Instagram-
Profil Biodata Made Murniasih Istri Musisi Bali Nanoe Biroe yang Meninggal Dunia, Lengkap dari Umur, Agama dan IG
Dunia pendidikan Bali berduka. Made Murniasih, seorang pendidik penuh dedikasi yang mengajar di SMA Negeri 8 Denpasar, menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam, 28 November 2025, pukul 22.38 WITA. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh suaminya, Nanoe Biroe, musisi dan penulis lagu asal Pulau Dewata yang dikenal lewat karya-karyanya yang menyentuh hati.
Kepergian Made Murniasih bukan hanya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, tetapi juga bagi para siswa, rekan kerja, dan komunitas pendidikan yang pernah merasakan hangatnya kehadirannya. Di balik sosoknya yang tenang dan penuh kasih, tersimpan perjuangan panjang melawan penyakit yang tak terlihat—kanker serviks.
Dua Minggu Perawatan Intensif di RSUD Bali Mandara
Menurut penuturan Nanoe Biroe, sang istri telah menjalani perawatan intensif di RSUD Bali Mandara sejak 11 November 2025. Selama lebih dari dua minggu, Made Murniasih berjuang keras melawan penyakit yang telah menyerang tubuhnya. Meski kondisinya terus menurun, semangatnya tak pernah pupus.
“Dia selalu bilang ingin sembuh. Ingin kembali mengajar. Bahkan di hari terakhir sebelum kehilangan kesadaran, dia masih menyebut rindu pada kelasnya,” ungkap Nanoe dengan suara bergetar saat diwawancarai melalui unggahan Instagram pribadinya.
Kisah tersebut menyentuh hati banyak warganet. Tak sedikit yang memberikan ucapan belasungkawa, doa, dan apresiasi atas keteguhan yang ditunjukkan Made Murniasih hingga detik-detik terakhir hidupnya.
Sosok Pendidik yang Tak Pernah Menyerah
Bagi para muridnya, Made Murniasih bukan sekadar guru—ia adalah sosok panutan yang menginspirasi. Rekan-rekan seprofesi menggambarkan dirinya sebagai perempuan yang sabar, disiplin, namun tetap hangat dan penuh empati. Di tengah perjuangan melawan penyakit, ia tetap memberikan semangat kepada suaminya, seolah ingin menunjukkan bahwa kekuatan mental bisa menjadi senjata melawan rasa sakit fisik.
Nanoe Biroe mengungkapkan rasa kagumnya terhadap ketabahan sang istri. “Dia selalu tersenyum, bahkan saat rasa sakit datang. Ia bilang, ‘Aku pasti sembuh, Nakoe. Aku belum selesai mengajar,’” cerita Nanoe, yang kerap membagikan momen haru bersama istrinya di media sosial.
Kanker Serviks: Penyakit yang Sering Terlambat Terdeteksi
Dari keterangan tim dokter yang menangani, Made Murniasih didiagnosis menderita kanker serviks stadium lanjut. Penyakit ini memang sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas, sehingga banyak perempuan baru menyadari kondisinya ketika kanker telah berkembang ke tahap yang lebih serius.
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan bagi perempuan di Indonesia. Namun, dengan deteksi dini melalui pemeriksaan Pap smear atau tes HPV, serta vaksinasi yang tepat, risiko penyakit ini bisa ditekan secara signifikan.
Kisah Made Murniasih menjadi pengingat penting bagi seluruh perempuan, khususnya para guru, ibu rumah tangga, dan pekerja yang kerap mengabaikan kesehatan diri sendiri demi keluarga dan tanggung jawab sosial. “Jangan tunda periksa kesehatan. Karena waktu tak pernah menunggu,” kata Nanoe dalam unggahan haru yang kini telah dibagikan ribuan kali.